33 Kasus Bencana Alam di Sinjai Sepanjang 2026, 150 Jiwa Terdampak
Ansar March 29, 2026 12:05 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI - Sebanyak 33 kasus bencana alam terjadi di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, sepanjang 2026.

Data tersebut disampaikan Analis Kebencanaan BPBD Sinjai, Andi Octave.

“Kami mencatat 33 kejadian bencana alam sejak 1 Januari hingga 28 Maret 2026,” ujarnya kepada Tribun-Timur, Minggu (26/3/2026).

Ia menjelaskan, mayoritas bencana dipicu cuaca ekstrem, terutama angin kencang.

“Semua kejadian didominasi cuaca ekstrem,” katanya.

Sebaran bencana terjadi di hampir seluruh kecamatan di Sinjai.

Kecamatan Sinjai Utara mencatat kejadian terbanyak, yakni sembilan kasus. Disusul Sinjai Timur dengan tujuh kasus.

Kemudian Sinjai Selatan dan Tellulimpoe masing-masing empat kasus. Sinjai Borong tiga kasus.

Sementara Bulupoddo dan Sinjai Tengah masing-masing satu kasus. Adapun Pulau Sembilan tercatat dua kasus.

Bencana tersebut mengakibatkan kerusakan puluhan rumah warga.

“Sebanyak 19 rumah rusak ringan, 15 rusak sedang, dan delapan rusak berat,” jelasnya.

Selain rumah, sejumlah fasilitas umum juga terdampak.

Di antaranya dua unit perkantoran, satu fasilitas olahraga, satu sekolah, dua sepeda motor, serta satu mobil.

Total 150 jiwa terdampak dalam rangkaian bencana tersebut.

Dua orang dilaporkan mengalami luka-luka. Tidak ada warga yang mengungsi.

Terpisah, Bupati Sinjai, Ratnawati Arif, mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

“Kami mengingatkan warga agar berhati-hati, khususnya di wilayah rawan pohon tumbang dan bangunan tidak permanen,” ujarnya.

Ia menegaskan, cuaca yang tidak menentu berpotensi memicu angin kencang dan hujan lebat.

“Kondisi ini bisa menimbulkan kerusakan dan membahayakan keselamatan,” katanya.

Warga juga diminta segera melapor ke aparat setempat atau BPBD jika menemukan potensi bencana.

“Agar bisa segera ditangani secara cepat dan tepat,” tutupnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.