TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bagi nelayan di Kecamatan Jongkat disebut masih aman dan mencukupi untuk aktivitas melaut sehari-hari, Minggu, 29 Maret 2026.
Hal ini diungkapkan oleh Hairani, salah satu nelayan di Desa Jungkat, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.
Ia mengatakan, hingga saat ini para nelayan tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan solar.
"Untuk sekarang ini ketersediaan BBM jenis solar untuk melaut alhamdulillah aman," kata pria yang biasa dipanggil Rani.
• Diteriaki Kebakaran Tengah Malam, Alek Saksikan Rumah Orang Tuanya Ludes Terbakar
Rani menjelaskan, ada mekanisme khusus yang harus dipenuhi nelayan untuk memperoleh BBM bersubsidi tersebut.
Salah satunya adalah dengan membentuk kelompok nelayan.
"Untuk mendapatkan solar kami harus membuat kelompok terlebih dahulu," ujarnya.
Setelah tergabung dalam kelompok, para nelayan akan mendapatkan jatah solar yang telah ditentukan setiap bulannya.
"Setelah itu kami dijatah 50 liter per orang nelayan setiap bulan, dengan harga per liternya Rp 7.500," jelasnya.
Ia menambahkan, dengan sistem tersebut, kebutuhan bahan bakar untuk melaut masih bisa terpenuhi dengan baik.
"Alhamdulillah untuk saat ini sih aman-aman saja untuk minyak kami melaut," tutupnya.
Para nelayan berharap kondisi ini dapat terus dipertahankan agar aktivitas melaut tetap berjalan lancar tanpa kendala pasokan BBM. (*)
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!