TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Warga Desa Sungai Sayang, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi digegerkan dengan penemuan kerangka manusia di kawasan pesisir pantai, belum lama ini.
Kerangka tersebut ditemukan sekitar dua kilometer dari permukiman warga dalam kondisi tidak utuh, sehingga sempat menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat setempat.
Penemuan ini bermula saat seorang nelayan yang tengah mencari kepiting mencium aroma menyengat dari arah semak-semak di pesisir. Karena penasaran, ia kemudian menelusuri sumber bau tersebut.
Betapa terkejutnya saksi saat menemukan sisa-sisa jenazah manusia yang sudah tinggal kerangka di lokasi tersebut.
Mendapat laporan, petugas dari Polres Tanjung Jabung Timur langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi temuan tersebut.
Selanjutnya, kerangka dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Jambi guna proses identifikasi dan autopsi.
Kapolres Tanjung Jabung Timur, AKBP Ade Candra, mengatakan hasil identifikasi mengungkap identitas korban.
“Korban diketahui bernama Ruslan Gani, usia 65 tahun, seorang nelayan asal Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, yang sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut sejak 13 Maret 2026,” ujarnya.
Identifikasi dilakukan berdasarkan pakaian yang dikenakan korban, yakni baju lengan panjang warna abu-abu kombinasi ungu, serta ciri fisik tinggi badan.
Dari hasil autopsi, ditemukan adanya bekas benturan pada tubuh korban. Namun demikian, polisi belum dapat memastikan apakah kematian tersebut akibat tindak pidana atau murni kecelakaan di laut.
Meski dirundung duka, pihak keluarga mengaku lega karena jasad korban akhirnya berhasil ditemukan setelah dua pekan pencarian.
“Kami berterima kasih kepada pihak kepolisian yang telah membantu proses pencarian dan identifikasi,” ujar Rusli, pihak keluarga korban.
Saat ini, jenazah korban telah dibawa dari RS Bhayangkara Jambi menuju Kecamatan Nipah Panjang, sebelum diberangkatkan ke kampung halaman di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, untuk dimakamkan.