14 Warga Sumsel Pulang dari Kamboja, Apa Kabar Warga Jambi Korban Loker Scam?
Darwin Sijabat March 29, 2026 05:11 PM

 

TRIBUNJAMBI.COM - Kabar bahagia menyelimuti keluarga 14 pekerja migran asal Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). 

Korban penipuan berkedok lowongan kerja (loker scam) bergaji besar di Kamboja ini dijadwalkan menginjakkan kaki kembali di tanah air pada Minggu (29/3/2026). 

Namun, di balik tangis haru kepulangan warga Sumsel, terselip rintihan warga Jambi yang hingga kini masih terjebak dalam ketidakpastian di sel imigrasi dan penampungan.

Sumsel Bergerak Cepat, Gubernur Beri Atensi

Pemulangan 14 warga Sumsel ini merupakan hasil gerak cepat Pemerintah Provinsi setempat setelah video permohonan bantuan mereka viral. 

Kepala Dinas Tenaga Kerja Sumsel, Indra Bangsawan, mengonfirmasi bahwa timnya sudah berada di Jakarta untuk menjemput para penyintas yang diterbangkan dari Phnom Penh.

"14 orang tersebut dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang pada Senin, 30 Maret 2026 sekitar pukul 11.00 WIB," ujar Indra pada Minggu (29/3/2026).

Indra menjelaskan bahwa awalnya terdapat 15 orang yang terdata, namun satu orang sudah pulang mandiri. 

Baca juga: Andri Budi Sebut Warga Tiongkok di Kamboja Dapat Tiket Gratis, WNI Bayar Sendiri

Baca juga: Jokowi Buka Pintu Damai Bagi Tersangka Ijazah, Tapi Haram untuk Roy Suryo

“Pemulangan ini merupakan hasil atensi langsung dari Gubernur Sumsel, Herman Deru, yang bergerak cepat setelah menerima informasi terkait kondisi para warga tersebut,” tambahnya.

Nestapa Warga Jambi: Seperti Anak Tirikan

Kontras dengan warga Sumsel yang dibiayai pemerintah, para korban asal Jambi justru merasa terabaikan. 

Andri Budi Sanjaya, salah satu korban asal Jambi, mengeluhkan minimnya kehadiran negara. Sudah dua minggu pihak KBRI tidak menyambangi penampungan mereka.

“Katanya ada tiket murah di penampungan Senso, tapi disini tidak ada. Kami merasa seperti diajak tirikan, sudah 2 minggu KBRI tidak datang,” keluh Andri lirih melalui pesan singkat (25/3). 

Ia bahkan harus merogoh kocek pribadi hingga Rp200 ribu hanya untuk ongkos mendatangi kantor KBRI demi mencari kejelasan.

Kondisi lebih memprihatinkan dialami Ananda Rizkiyanto yang tertahan di Imigrasi Sihanoukville.

Ia mengaku dipindahkan ke sel bagian depan dengan kondisi yang sangat terbatas. 

“Aku di pindah sel depan, gada kehidupan disini,” tulisnya singkat.

Fakta Pahit: Pulang dengan Ongkos Pribadi

Hingga Lebaran 2026 berlalu, belum ada kabar kepulangan resmi bagi warga Jambi. 

Baca juga: Belum Ada Kabar Kepulangan, Korban Loker Scam di Kamboja Asal Jambi Menanti Kepastian

Baca juga: Dokter Tifa Bongkar Aksi Termul Nguntit di Polda: Paksa Sowan ke Solo Ketemu Jokowi

Sejauh ini, baru tiga orang yang berhasil pulang sejak Februari lalu, itu pun menggunakan biaya pribadi. 

Di penampungan saat ini, masih ada empat warga Jambi (Andri, Syehdi, Chilva, dan Ananda) yang bertahan di tengah ratusan pengungsi lain yang tidur beralaskan karpet.

Andri juga menyoroti perbedaan perlakuan antarnegara. Menurutnya, pemerintah Tiongkok setiap hari mendatangi warganya dan menyediakan tiket pesawat gratis.

 “China (Tiongkok) free tiket pesawat, indonesia bayar sendiri,” pungkasnya pahit.

Baca juga: 74 Persen Jalan Muaro Jambi Tak Mantap, PUPR Siapkan Empat Basis Perbaikan

Baca juga: Kerangka Manusia di Tanjabtim Jambi Ternyata Nelayan Asal Kepri

Baca juga: Jokowi Buka Pintu Damai Bagi Tersangka Ijazah, Tapi Haram untuk Roy Suryo

Baca juga: Free Fire MAX Versi Terbaru Maret 2025 Gratis, Banjir Harta Karun dan Skin Langka

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.