Polisi dan Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat di Way Seputih Lampung Tengah
Robertus Didik Budiawan Cahyono March 29, 2026 04:19 PM

Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah - Polisi bersama warga gotong royong membangun jembatan darurat yang menjadi akses masyarakat Way Seputih, Lampung Tengah.

Kegiatan tersebut untuk menanggulangi sementara setelah jembatan penghubung antar dusun di Kampung Sribawono, Kecamatan Way Seputih putus.

Putusnya jembatan itu akibat bencana alam banjir yang terjadi pada Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.

Ketika itu hujan deras disertai angin kencang memicu banjir yang merusak struktur jembatan di Jalan Simpang 3-4, jalur vital bagi aktivitas warga sehari-hari, termasuk akses kerja dan anak-anak menuju sekolah.

Kapolsek Seputih Banyak, AKP Hairil Rizal mengatakan, pihaknya menanggapi hal tersebut, dengan langsung melakukan gotong royong bersama warga.

Baca juga: Libur Lebaran, Kunjungan Wisatawan ke Danau Tirta Gangga Lampung Tengah Naik hingga 50 Persen

"Anggota Polsek Seputih Banyak melakukan gotong royong bersama dengan warga dan aparatur kampung. Kami membuat jembatan kayu sementara agar bisa dilalui," kata kapolsek, Minggu (29/3/2026).

Kapolsek mengatakan, pihaknya mengajak kegiatan gotong royong karena melihat urgensi dan penting nya jembatan itu bagi masyarakat.

Jembatan sementara dibuat menggunakan batang-batang kayu yang masih utuh disusun berbaris dan ditata sedemikian rupa agar bisa untuk menopang kendaraan yang melintas.

Dia menyebut, gotong royong dilaksanakan pada Sabtu pagi (27/3/2026), dengan anggota polri yang terlibat dari personil Bhabinkamtibmas.

Menurutnya, proses pembangunan jembatan sementara dilakukan secara swadaya dengan melibatkan banyak warga setempat.

"Keterlibatan anggotanya merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, terutama saat menghadapi kondisi darurat," ujarnya.

Selain itu, sambung kapolsek, kehadiran polisi bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat yang siap membantu mencari solusi atas berbagai permasalahan di lapangan.

Ia juga menegaskan bahwa sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah kampung, dan masyarakat menjadi kunci terciptanya situasi yang aman dan kondusif.

Kini, jembatan tersebut sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Warga pun menyambut baik perbaikan ini dan mengapresiasi respons cepat aparat kepolisian.

"Dengan kembali terbukanya akses tersebut, aktivitas masyarakat di Way Seputih pun kembali berjalan normal seperti sediakala," tutupnya. (Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.