SURYA.co.id, SURABAYA - Persebaya akan menjalani jadwal super padat bulan April 2026 mendatang. Kurun waktu 25 hari, Persebaya akan melakoni lima pertandingan penting.
Yaitu menjamu Persita Tangerang (4/4/2026). Menyambangi kandang Persija Jakarta (11/4/2026). Kemudian menjamu Madura United (17/4/2026).
Selanjutnya mengunjungi markas Malut United (23/4/2026). Terakhir menyambangi kandang Arema FC (28/4/2026).
Pelatih fisik Persebaya, Shin Sang-gyu, langsung menyiapkan pendekatan khusus menyambut jadwal padat.
Ia menyadari, jadwal padat menuntut pemain ada dalam kondisi fisik yang stabil dari pertandingan ke pertandingan.
Baca juga: Persebaya Surabaya Hadapi Jadwal Padat April, Lawan Persita Hingga Arema FC
Manajemen kondisi fisik pemain menjadi hal krusial ketika tim memasuki periode pertandingan yang padat.
"April nanti kami bermain setiap minggu. Jadi hal yang paling penting adalah bagaimana proses pemulihan setelah pertandingan," kata Shin Sang-gyu,
"Kami harus mengatur keseimbangan antara intensitas latihan dan waktu istirahat dengan baik," tambahnya.
Upaya mematangkan fisik pemain sudah dimulai sejak libur lebaran.
Selama masa jeda Lebaran, tim kepelatihan sudah memberikan program latihan mandiri kepada para pemain agar kondisi tubuh tetap terjaga meski tidak berkumpul bersama tim.
Baca juga: Francisco Rivera Fokus Bawa Persebaya Surabaya Raih Tiga Poin saat Lawan Persita Tangerang
"Memang kami sudah memberikan program latihan individu selama libur. Tetapi tentu saja latihan individu berbeda dengan latihan tim," kata Shin Sang-gyu.
Pelatih asal Korea Selatan itu menyebut, waktu mepet menjadi tantangan tim pelatih untuk secara cepat melakukan evaluasi. Karena itu, proses adaptasi kembali ke ritme latihan tim harus dilakukan dengan cepat.
Melihat padatnya jadwal, coach Shin memanfaatkan latihan pekan ini untuk benar-benar mendongkrak fisik pemain.
"Karena itu, pada pekan ini kami langsung meningkatkan beban latihan cukup tinggi. Kami mencoba memaksimalkan waktu yang ada agar kondisi pemain bisa kembali mendekati level yang kami butuhkan untuk pertandingan," pungkas Shin Sang-gyu