TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keluarga ingin membuat Vidi Aladiano tetap 'hidup'. Tapi bukan dalam arti sebenarnya.
Keluarga rupanya memilih untuk membagikan hingga mewakafkan barang-barang Peninggalan Vidi Aldiano, usai penyanyi dan pelantun lagu 'Alamat Palsu' ini meninggal dunia.
Baca juga: Vidi Aldiano Berencana Haji Tahun Ini Bareng Istri, Sheila Dara Berangkat Sendiri?
Hary Kiss ayah Vidi Aldiano menyampaikan bahwa hal itu dilakukan agar barang-barang sang anak bisa berguna, serta membuat Vidi Tetap 'Hidup;.
"Kata ibunya Vidi, barang-barangnya seperti baju di bagi-bagikan, katanya daripada mubazir dan menumpuk di rumah," kata Herry Kiss di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Minggu (29/3/2026).
Tidak hanya baju saja, barang Peninggalan Vidi yang lainnya pun juga akan dibagi-bagikan hingga diwakafkan.
Baca juga: Keluarga Pilih Sumbangkan Semua Barang-barang Vidi Aldiano, Kecuali Satu Benda Ini
Besbarini sudah ikhlas melepas beberapa barang-barang pribadi Vidi.
Diantara barang kesayangan yang diwakafkan tak terkecuali dengan mikrofon biru yang biasa digunakan Vidi saat tampil di atas pangging.
"Yang banyak kan baju manggungnya dia, nanti akan dilelang juga. Kecuali Microphone Karena Mahal Sekali, tapi sudah diwakafkan," ucapnya.
Mikrofon tersebut bukan sekadar alat kerja, melainkan saksi bisu perjalanan karier Vidi di atas panggung dan memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi bagi sang musisi dan para penggemarnya.
"Sudah pasti ikhlas, sudah pasti ikhlas daripada kita menampung barang-barang yang sekiranya masih bisa bermanfaat buat orang lain," kata Harry Kiss.
"Contohnya mikrofon, mikrofon ini akan dikasihkan. Karena mikrofon ini mahal, warna biru itu, yang paling bersejarah bagi Vidi," imbuhnya.
Tak hanya alat musik, barang-barang pribadi lainnya seperti alat kesehatan kontrol gula darah juga disebut akan dilelang demi memberikan manfaat bagi orang lain yang membutuhkan.
Herry menambahkan keluarga hanya mengambil sekitar 10 pakaian saja untuk disimpan, selebihnya memilih untuk dibagi-bagikan hingga dilelang.
Keluarga juga berniat membuat petilasan.
Baca juga: Vidi Aldiano Datang ke Mimpi Ibunda, Menyanyi dan Memeluk sang Mama
Mengutip Wikipedia, petilasan adalah istilah yang diambil dari bahasa Jawa (kata dasar "telas" atau bekas) yang menunjuk pada suatu tempat yang pernah disinggahi atau didiami oleh seseorang (yang penting).
Tempat yang layak disebut petilasan biasanya adalah tempat tinggal, tempat beristirahat (dalam pengembaraan) yang relatif lama, tempat pertapaan, tempat terjadinya peristiwa penting, atau—terkait dengan legenda—tempat moksa.
"Kenapa ada yang kami amankan, rencananya kami akan membuat petilasan untuk mengenang Vidi. Dimana dan kapan masih kami rahasiakan," jelasnya.
Langkah itu dibuat karena Herry Kiss ingin melaksanakan gerakan 'Vidi Tetap Hidup', harapan terakhir Vidi Aldiano sebelum meninggal dunia.
"Karena Vidi sebelum meninggal, dia cuma mau tetap sehat dan hidup, gak mau yang lain. Makanya adanya gerakan dan yayasan 'Vidi Tetap Hidup' ini," ujar Herry Kiss.
Herry Kiss melakukan aksi itu menggandeng para penggemar Vidi Aldiano bernama 'Vidies'.
Bahkan, Vidies melakukan inisiatif membuat pengajian hingga ziarah dan memberikan santunan ke anak yatim, saat hari lahir idolanya.
Sebelum meninggal dunia, kondisi Vidi Aldiano dikabarkan turun drastis. Ia tak bisa bicara dan hanya merespon orang yang ada disekelilingnya lewat sebuah gerakan tangan saja.