Persiapan Haji 2026 di Palangka Raya, 296 Jemaah Jalani Vaksinasi Meningitis dan Polio
Pangkan Banama Putra Bangel March 29, 2026 07:05 PM

 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Sebanyak 296 calon jemaah haji asal Kota Palangka Raya telah menuntaskan vaksinasi sebagai bagian dari persiapan keberangkatan ke Tanah Suci pada musim haji 1447H/2026M mendatang.

Vaksinasi tersebut dilaksanakan di Aula Syafa 1 Asrama Haji Palangka Raya selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 Maret 2026, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Palangka Raya, Ahd Fauzi, mengatakan vaksin yang diberikan kepada jemaah meliputi meningitis dan polio.

Baca juga: Dishub Catat Angkutan Arus Mudik-Balik Lebaran 2026 di Kalteng Capai 137.311 Orang

Baca juga: Ancaman Beban Kerja-Layanan Publik, Pengamat Soroti Potensi Dampak Batas Belanja Pegawai

Baca juga: Pasca Lebaran 2026, Harga Daging Ayam di Pasar Besar Palangka Raya Turun Rp 43 Ribu Per Kilogram

“Iya, jamaah menjalani vaksin meningitis dan juga polio,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (29/3/2026).

Menurutnya, vaksinasi ini menjadi salah satu tahapan penting sebelum keberangkatan, terutama untuk menjaga kondisi kesehatan jemaah.

“Vaksin meningitis itu wajib bagi jemaah haji. Ini menjadi salah satu syarat utama sebelum berangkat,” jelasnya.

Ia menambahkan, kondisi pelaksanaan ibadah haji yang padat dan melibatkan jutaan orang dari berbagai negara membuat risiko penularan penyakit cukup tinggi.

“Karena itu, vaksinasi ini penting agar jemaah lebih siap secara fisik saat menjalankan ibadah di Tanah Suci,” tambahnya.

Vaksin ini diberikan untuk melindungi jemaah dari risiko penularan penyakit di tengah kondisi ibadah yang padat dan melibatkan jutaan orang dari berbagai negara.

Selain vaksin meningitis, jemaah juga diberikan vaksin polio sebagai perlindungan tambahan.

“Ini untuk meningkatkan daya tahan tubuh jemaah,” ujarnya.

Tak hanya vaksinasi, para jemaah sebelumnya juga telah mengikuti bimbingan manasik serta mendapatkan edukasi terkait pentingnya menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah.

“Jemaah juga diingatkan untuk menjaga pola makan, istirahat, dan kondisi fisik,” katanya.

Di sisi lain, minat masyarakat untuk menunaikan ibadah haji di Palangka Raya masih tinggi. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Palangka Raya, Ahd Fauzi sebelumnya menyebut, daftar tunggu jemaah haji di daerah ini telah mencapai lebih dari 8.000 orang, dengan estimasi masa tunggu hingga sekitar 20 tahun.

Di tengah dinamika situasi di kawasan Timur Tengah, persiapan penyelenggaraan ibadah haji tetap berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan.

Pemerintah juga terus memastikan kesiapan jemaah, baik dari sisi kesehatan maupun administrasi, agar pelaksanaan ibadah dapat berlangsung lancar.

Dengan masa tunggu yang bisa mencapai sekitar 20 tahun, masyarakat diimbau untuk merencanakan ibadah haji dengan mempertimbangkan antrean tersebut, sekaligus menjaga kondisi fisik agar tetap siap saat waktu keberangkatan tiba.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.