Korban jiwa tidak ada, untuk jumlah jiwa yang terdampak saat ini masih dalam pendataan
Ciamis (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat menurunkan tim untuk menangani daerah yang terdampak bencana cuaca ekstrem hujan deras disertai angin kencang yang menyebabkan kerusakan pada bangunan rumah dan pohon tumbang.
"Kita langsung penanganan ke TKP pada hari ini dimulai jam 07.00 WIB ke titik yang paling paling parah," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis Ani Supiani saat meninjau daerah yang terdampak cuaca ekstrem di Kecamatan Purwadadi, Ciamis, Minggu.
Ia menuturkan, bencana hidrometeorologi cuaca ekstrem terjadi pada Sabtu (28/3) sore melanda Kecamatan Purwadadi, Cisaga, dan Tambaksari, sedangkan daerah yang terdampak besar daerah Purwadadi.
Ia menyebutkan daerah Purwadadi dilaporkan 93 rumah di beberapa desa rusak bagian atapnya, kemudian di Kecamatan Cisaga dua rumah, dan satu rumah di Tambaksari, beruntung dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa.
"Korban jiwa tidak ada, untuk jumlah jiwa yang terdampak saat ini masih dalam pendataan," katanya.
Ia mengatakan, BPBD Ciamis tidak setelah mendapatkan informasi kejadian bencana cuaca ekstrem itu langsung melakukan pengecekan ke daerah yang terdampak.
Namun saat itu, kata dia, terkendala penerangan karena aliran listrik padam sehingga menghambat proses asesmen untuk mengecek kondisi masyarakat maupun bangunan rumah yang terdampak.
"Tadi malam kita sudah melaksanakan asesmen ke lokasi tetapi karena mati lampu, jadi di sini gelap tidak bisa melaksanakan pendataan dengan sempurna apalagi penanganan," katanya.
Ia menyampaikan, penanganan baru optimal dilakukan secara gabungan dengan unsur TNI, Polri, aparatur pemerintah setempat, dan instansi lainnya.
Tim yang turun ke lapangan, kata dia, membantu membersihkan puing bangunan yang rusak, ada juga mengevakuasi pohon tumbang, dan memberikan bantuan logistik untuk masyarakat yang terdampak.
"Untuk bantuan kita sudah melaksanakan drop logistik ke para korban," katanya.





