Bukan Lagi Kepala Kambing, Sedekah Laut TPI Juwana Pati Kini Pakai Kepala Kerbau
raka f pujangga March 29, 2026 08:14 PM

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Tradisi Sedekah Laut digelar oleh Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Juwana di Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana, Pati, Minggu (29/3/2026). 

Seremoni Sedekah Laut ini dipusatkan di TPI Juwana Unit II, Desa Bajomulyo.

Dalam kegiatan ini, dua kepala kerbau yang diletakkan di atas miniatur kapal nelayan dilarung ke Laut Jawa melalui muara Singa Silugonggo.

Baca juga: Mengintip Kemeriahan Sedekah Laut di Pati, Tradisi Syukur dari "Kampung Nelayan Sultan"

Sebelum dilarung, dua miniatur kapal yang berisi sesaji diangkut ke atas perahu motor nelayan sungguhan, kemudian dibawa ke muara.

Setibanya di muara, sesaji didoakan oleh tokoh masyarakat setempat, kemudian dilarung ke laut lepas.

Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyaksikan langsung pelaksanaan tradisi rutin tahunan ini.

Tradisi ini menjadi simbol rasa syukur TPI dan para nelayan setempat atas hasil laut sepanjang tahun.

Selain itu juga mengandung harapan agar para nelayan dan seluruh insan bahari senantiasa diberikan keselamatan.

20260329_Upacara larung sesaji sedekah laut kepala kerbau di Pati_2
LARUNG SESAJI - Upacara larung sesaji berupa dua kepala kerbau dalam ritual tradisi Sedekah Laut TPI Juwana di Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana, Pati, Minggu (29/3/2026).

Ketua Panitia Sedekah Laut TPI Juwana, Suratman, menjelaskan bahwa penggunaan kepala kerbau sebagai komponen utama sesaji yang dilarung merupakan hal baru. 

“Biasanya kami menggunakan kepala kambing. Namun tahun ini para sesepuh menginginkan diganti dengan kepala kerbau agar suasananya berbeda dan lebih sakral,” jelas dia. 

Suratman mengungkapkan, penggunaan kepala kerbau yang menggantikan kepala kambing diharapkan menjadi simbol rasa syukur yang lebih kuat kepada Tuhan. 

Dalam pelaksanaan Sedekah Laut ke depannya, rencananya kepala kerbau akan menjadi semacam "pakem baru".

"Agar menjadi ciri khas tersendiri bagi sedekah laut di Juwana,” ucap dia. 

Suratman menambahkan, selain kepala kerbau sebagai komponen utama, perangkat sesaji yang dilarung juga meliputi bubur tolak bala, sego buceng (tumpeng), dan berbagi hasil bumi yang melambangkan harapan akan keberkahan dan keselamatan.

Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyampaikan apresiasi terhadap masyarakat setempat yang melestarikan tradisi ini. 

Dia menilai, tradisi ini merupakan bagian penting dari identitas budaya masyarakat pesisir. 

Baca juga: Bupati Kendal Minta Tradisi Sedekah Laut di Pantai Sendang Sikucing Dilestarikan 

“Hari ini kami melarung dua kepala kerbau ke laut. Alhamdulillah acara berjalan lancar. Ini adalah tradisi tahunan yang harus terus kita jaga dan kembangkan supaya makin meriah dan berdampak positif bagi masyarakat nelayan setempat,” ungkap Chandra. 

Untuk diketahui, rangkaian acara sedekah laut di Bajomulyo berlangsung mulai Jumat hingga Selasa (27-31/3/2026).

Rangkaian acara meliputi manakiban, pengajian, pementasan kesenian ketoprak, hingga musik dangdut. (mzk)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.