SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Tiga pendaki dievakuasi karena Hipotermia dan kelelahan saat turun dari Puncak Gunung Dempo pada Sabtu (28/3/2026).
Pasca kejadian itu, pihak Balai Registrasi Gunung Dempo (Brigade) perketat pengawasan logistik dan peralatan pendaki sebelum melakukan pendakian.
Pihak Brigade melakukan pengecekan secara teliti barang-barang yang akan dibawa oleh pendaki yang akan mendaki.
Tidak hanya itu, kondisi fisik pendaki juga menjadi perhatian khusus petugas Brigade sebelum memberikan izin pendaki memulai pendakian.
Baca juga: FAKTA Puluhan Pendaki Alami Hipotermia di Gunung Bawakaraeng, Satu Meninggal, Dikenal Gunung Mitos
Ketua Brigade, Angga SR, melalui petugas Pos Brigade, Dian Marri, mengatakan, jika saat ini terdata ada sekitar 800 pendaki yang terdata melalui Pos Brigade yang melakukan registrasi.
"Ada sekitar 800 pendaki yang terdata melakukan pendakian sejak tanggal 25 Maret 2026 kemarin. Namun jumlah tersebut termasuk pendaki yang sudah mulai turun atau pulang," ujarnya.
Berdasarkan data yang ada saat ini ada sekitar 400 sampai 500 pendaki yang masih di puncak Dempo dan masih dalam perjalanan naik dan turun.
"Masih ada sekitar 400 lebih pendaki yang ada di puncak dan di jalur pendakian, kak. Namun, saat ini sudah mulai banyak yang turun dan pulang," katanya.
Dijelaskan Dian, pasca adanya pendaki yang terkena hipotermia dan kelelahan tadi malam, pihaknya memperketat pengawasan logistik dan kondisi fisik pendaki sebelum naik ke puncak Dempo.
Pihaknya melarang pendaki naik puncak jika kondisi fisik mereka belum siap.
Pendaki disarankna beristirahat sementara di pos sampai kondisi mereka siap melakukan pendakian.
Baca juga: Tak Ada Tanda Hipotermia dan Banyak Luka Benda Tumpul, Hasil Otopsi Juliana Marins di Bali
"Selain itu, jika peralatan yang dibawa tidak sesuai standar maka kita tidak akan mengizinkan mereka mendaki. Bagi pendaki yang tidak membawa tenda dan jaket standar pendakian tidak kita izinkan mendaki," tambahnya.
Pihak Brigade tetap standby 24 jam baik di jalur pendakian dan di puncak Gunung Dempo untuk mengawasi para pendaki baik yang akan naik maupun yang turun.