TRIBUNKALTIM.CO, IKN - Riuh pengunjung yang memadati kawasan Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur selama libur Lebaran Idul Fitri 2026 membawa berkah bagi pelaku usaha kecil.
Di tengah lalu lalang wisatawan, Kedai Ungu Family milik Mirna menjadi salah satu titik persinggahan yang tak pernah sepi.
Sejak pagi hari, Mirna sudah sibuk melayani pembeli yang datang silih berganti.
Bersama suaminya membuka lapak sederhana tepat di depan kawasan Masjid Negara IKN.
Lokasi strategis yang kini menjadi jalur utama keluar-masuk pengunjung.
Berderet UMKM dan penjual makanan dan minuman.
Baca juga: Macet 3 Kilometer di IKN, Akses Glamping dan Jembatan Kaca Lumpuh
“Alhamdulillah, selama libur Lebaran ini ramai sekali. Dari pagi sampai sore tidak pernah benar-benar sepi,” tutur Mirna sambil tetap melayani pembeli.
Momentum libur panjang membuat kawasan Ibu Kota Nusantara dipadati wisatawan dari berbagai daerah.
Banyak di antara mereka yang datang untuk melihat langsung kemegahan masjid, menikmati suasana, hingga berfoto di spot-spot ikonik.
Di sela aktivitas, Kedai Ungu Family hadir sebagai tempat singgah.
Sekadar membeli minuman dingin, camilan, atau beristirahat sejenak dari terik matahari.
Cuaca panas yang menyelimuti kawasan justru menjadi "berkah tambahan" bagi Mirna.
Minuman dingin dan makanan ringan yang dijualnya laris diburu pengunjung.
“Paling banyak yang dicari minuman dingin. Apalagi kalau sudah siang, pembeli makin banyak,” katanya.
Usaha ini dijalankan bersama keluarga, menjadikan momen Lebaran sekaligus waktu untuk bekerja dan berkumpul.
Di balik ramainya pembeli, ada kerja keras yang tak terlihat.
Mirna harus memastikan stok dagangan tetap tersedia di tengah lonjakan permintaan yang tidak biasa.
Ia juga harus sigap melayani pembeli yang datang hampir tanpa jeda.
Namun lelah itu seakan terbayar dengan peningkatan omzet yang dirasakan selama libur Lebaran.
Meski tidak menyebut angka pasti, mengaku pendapatannya meningkat cukup signifikan dibanding hari biasa.
“Kalau dibanding hari normal, jauh lebih ramai sekarang. Ini memang momen yang kami tunggu,” ungkapnya.
Ia berharap geliat wisata di kawasan IKN dapat terus berlanjut, sehingga pelaku UMKM seperti dirinya bisa ikut tumbuh dan berkembang.
Menurutnya, kehadiran fasilitas yang lebih tertata, termasuk area khusus bagi pedagang, akan sangat membantu keberlangsungan usaha mereka ke depan.
Fenomena ramainya UMKM di sekitar kawasan wisata IKN menunjukkan bahwa pembangunan ibu kota baru tak hanya soal infrastruktur, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.
Di balik megahnya bangunan dan modernnya kawasan, ada cerita sederhana tentang usaha kecil yang ikut tumbuh mengais rezeki dari setiap langkah pengunjung yang datang.
Bagi Mirna dan keluarganya, Lebaran tahun ini bukan hanya tentang merayakan hari kemenangan, tetapi juga tentang harapan dan peluang baru yang perlahan terbuka di jantung Ibu Kota Nusantara. (*)