Laporan Wartawan TribunJatim.com, Anggit Puji Widodo
TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Peristiwa tragis terjadi di area persawahan Dusun Ngemprak, Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben, Minggu (29/3/2026) sore.
Dua buruh tani tersambar petir saat bekerja di area persawahan Dusun Ngemprak, Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Minggu (29/3/2026) sore.
Satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara satu korban lainnya selamat dan menjalani perawatan medis.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, saat kedua korban tengah bekerja sebagai buruh borongan panen padi di lahan milik warga setempat bernama Sholikin.
Sekretaris Desa Kedungbetik, Darto Wahab, menjelaskan, aktivitas panen sempat dihentikan ketika hujan deras mengguyur lokasi.
Baca juga: Kasus Pneumonia di Jombang Masih Tinggi Sepanjang Tahun 2025, Balita Jadi Kelompok Paling Rentan
Namun, setelah hujan mereda dan kondisi cuaca terlihat membaik, para pekerja kembali melanjutkan pekerjaan mengangkut padi.
"Awalnya mereka berhenti karena hujan deras. Setelah reda, pekerjaan dilanjutkan untuk mengangkat sisa padi di sawah," ucapnya saat dikonfirmasi Tribunjatim.com.
Baca juga: 3 Nelayan di Situbondo Tersambar Petir saat Perbaiki Mesin Kapal, Satu Orang Tewas
Tak berselang lama, petir tiba-tiba menyambar area persawahan dan mengenai dua pekerja tersebut.
Kapolsek Kesamben, Iptu Niswan, membenarkan kejadian tersebut. "Satu korban meninggal dunia di lokasi, sementara satu korban mengalami luka dan telah dibawa ke rumah sakit," katanya saat dikonfirmasi terpisah.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Joni (sekitar 40 tahun), warga Dusun Sini, Desa Tanjunggunung, Kecamatan Peterongan. Ia dinyatakan tewas di lokasi kejadian akibat luka bakar yang diduga kuat disebabkan sambaran petir.
Sementara itu, korban selamat bernama Slamet (sekitar 50), warga Dusun Tambakrejo, Desa Kedungbetik. Ia sempat tidak sadarkan diri usai kejadian dan langsung dilarikan ke RSUD Jombang untuk mendapatkan perawatan.
Warga yang mengetahui peristiwa itu segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi kedua korban dari area persawahan. "Petugas kepolisian bersama tenaga kesehatan juga telah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian," ujarnya melanjutkan.
Jenazah korban meninggal dunia telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di ruang terbuka, terutama di area persawahan, mengingat cuaca ekstrem yang disertai hujan, angin, dan petir masih berpotensi terjadi.
"Dengan adanya cuaca ekstrim hujan angin campur petir agar masyarkat berhati hati yang kerja di bantaran lahan rata, karena rentan tersambar petir," pungkas Iptu Niswan.