TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Manajemen PSM Makassar akan memaksimalkan lima pertandingan Super League 2025/2026 di bulan April mendatang.
Tim Juku Eja melakoni lima laga dalam kurun waktu 23 hari.
PSM Makassar bertemu Persis Solo, PSIM Yogyakarta, Borneo Samarinda FC, Persik Kediri dan Bali United.
Kemenangan menjadi harga mati didapatkan demi mengunci satu tiket Super League musim depan.
Pasalnya, PSM Makassar masih berkutat di papan bawah klasemen, urutan 13 dengan 24 poin.
Posisinya belum aman dari ancaman zona degradasi.
Persaingan enam tim terbawah sangat sengit. Jarak antar poin hanya dua-empat poin saja.
Jika PSM Makassar kembali tersungkur di lima laga ke depan, posisinya sangat rawan di papan klasemen.
Manajer PSM Makassar Muhammad Nur Fajrin menegaskan, lima pertandingan mendatang wajib dimenangkan.
Apalagi, tiga dari lima pertandingan tersebut digelar di hadapan publik sendiri, Stadion BJ Habibie, Kota Parepare.
Laskar Ayam Jantan dari Timur menjamu Persis Solo, Borneo FC dan Persik di kandang.
“Di April itu, dari lima laga, tiga digelar di home. Tidak ada alasan lagi kehilangan poin, khususnya di Parepare. Target kita jelas (menang),” tegasnya saat ditemui di Stadion Kalegowa, Jl Poros Pallangga, Kelurahan Tetebatu, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (29/3/2026).
Pria akrab disapa Fajrin ini menyampaikan, pemain telah diajak duduk bersama.
Yuran Fernandes cs punya komitmen sama untuk meraih hasil terbaik di setiap laganya.
“Pemain sudah diajak duduk, mereka punya komitmen yang sama memaksimalkan pertandingan, bukan hanya home, tapi semua laga sisa harus dimaksimalkan,” ucapnya.
Jika menyapu bersih lima pertandingan di April, PSM Makassar akan mendapat poin 15.
Sehingga koleksi poin klub yang berdiri 2 November 1915 ini menjadi 39 poin.
Jumlah poin sudah cukup aman terhindar dari turun kasta ke Liga 2.
Sebab, berkaca dari Liga 1 2017 hingga 2024/2025, tiga klub terdegradasi torehan poinnya di bawah 36-37 poin.
Fajrin menyebut, PSM Makassar tak hanya menargetkan 39 poin.
Jika koleksi poin itu tercapai, lalu bisa lepas tangan dan berleha-leha.
Meski secara hitung-hitungan memang benar klub yang turun kasta beberapa musim terakhir itu poinnya di bawah 36-37 poin.
Ia menegaskan, target timnya bagaimana mendapatkan poin sebanyak-banyak hingga akhir kompetisi.
“Kalau kita bisa mengoleksi 38 poin sudah save, tapi pesan ke pemain adalah bukan 37 atau 38 kita kejar, tapi setiap game collect poin,” sebutnya. (*)