IRGC Klaim Hancurkan Pesawat Mata-mata Canggih AS E-3 AWACS di Pangkalan Saudi
Ansari Hasyim March 30, 2026 01:03 AM

SERAMBINEWS.COM – Ketegangan di Timur Tengah kian memuncak. Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) mengklaim telah menghancurkan pesawat pengintai canggih milik Amerika Serikat dalam serangan gabungan rudal dan drone yang menghantam pangkalan militer di Arab Saudi.

Dalam pernyataan resminya pada Minggu, IRGC menyebut operasi tersebut menargetkan pangkalan militer di Al Kharj dan berhasil melumpuhkan setidaknya satu unit pesawat E-3 AWACS (Airborne Warning & Control System) milik AS—aset vital untuk pengawasan udara, komando, dan kendali militer.

Serangan ini disebut sebagai bagian dari aksi balasan Iran atas apa yang mereka sebut sebagai “tindakan bermusuhan” oleh militer Amerika.

Baca juga: Rudal Iran Hantam Kawasan Industri Israel, Ancaman Kebocoran Zat Berbahaya Picu Kepanikan

IRGC mengungkapkan, operasi tersebut dilakukan setelah serangan sebelumnya yang menyasar pesawat pengisian bahan bakar di pangkalan yang sama.

Dalam gelombang terbaru, Pasukan Dirgantara IRGC meluncurkan kombinasi rudal dan drone yang diklaim menghancurkan total pesawat AWACS tersebut.

“Pesawat target hancur total, sementara beberapa pesawat lain di sekitarnya mengalami kerusakan parah,” demikian pernyataan IRGC.

Konflik antara Iran dan pihak yang mereka tuding sebagai sekutu Amerika dan Israel semakin intens sejak serangan besar yang menewaskan sejumlah tokoh penting Iran, termasuk Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyed Ali Khamenei, pada 28 Februari lalu.

Serangan tersebut memicu gelombang balasan dari Iran, dengan target pangkalan militer Amerika dan Israel di berbagai titik kawasan.

Operasi militer yang terus berlanjut ini melibatkan rentetan rudal dan drone, memperbesar kekhawatiran akan eskalasi konflik regional yang lebih luas.

Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Amerika Serikat terkait klaim penghancuran pesawat AWACS tersebut.

Namun jika terbukti benar, serangan ini berpotensi menjadi pukulan signifikan terhadap kemampuan pengawasan udara AS di kawasan Timur Tengah.

Situasi yang terus memanas ini membuat dunia internasional waspada, di tengah risiko konflik terbuka yang semakin sulit dikendalikan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.