Laporan Wartawan Serambi Indonesia Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Kebakaran hebat melanda areal perkebunan kelapa sawit milik warga di Dusun Teungoh, Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.
Peristiwa yang dipicu tumpukan kayu gelondongan sisa banjir itu menghanguskan sekitar 14 hektare (ha) kebun sawit dan menimbulkan kepanikan warga.
Kebakaran bermula pada Jumat (27/3/2026) sore, dari tumpukan kayu yang terbawa arus banjir, beberapa bulan lalu.
Kayu-kayu tersebut telah mengering selama hampir tiga bulan, sehingga mudah terbakar dan memicu api yang terus membara hingga keesokan harinya.
Pada Sabtu (28/3/2026), kobaran api semakin membesar dan mulai menjalar ke areal perkebunan warga.
Dalam waktu singkat, api meluas tanpa kendali, melahap kebun sawit yang berada di sekitar lokasi tumpukan kayu di kawasan Sungai Terusan Arakundo.
“Pagi tadi kami ke lokasi lagi, ternyata sudah ludes terbakar,” ujar Keuchik Buket Linteung, Mansur kepada Serambinews.com, Minggu (29/3/2026) malam.
Baca juga: Sudah Sebulan Tumpukan Kayu Sisa Banjir Bandang di Aceh Tamiang Keluarkan Asap
Ia menjelaskan, api berasal dari tumpukan kayu sisa banjir yang berada di tengah areal perkebunan.
Tanaman kelapa sawit milik warga yang masih tersisa di sekitar lokasi tersebut tidak luput dari amukan api.
“Saya tidak tahu apakah ini dibakar atau tidak, karena kami tidak melihat langsung sumber apinya,” ujar Keuchik Mansur.
Warga menyebut, kobaran api yang muncul dari tumpukan kayu tersebut seperti “neraka di siang hari” karena begitu cepat meluas dan sulit dikendalikan.
Kondisi kayu yang kering serta tiupan angin kencang membuat api dengan mudah merembet ke seluruh area perkebunan.
Kepanikan pun tidak terhindarkan.
Api terus menjalar, membakar batang demi batang pohon sawit milik masyarakat.
Baca juga: Kebakaran Tumpukan Kayu Banjir di Langkahan Aceh Utara Terus Meluas, Merambah ke Kebun Sawit
Peristiwa ini menambah deretan dampak lanjutan pascabanjir yang sebelumnya melanda wilayah tersebut.
Selain merusak rumah warga, banjir juga menyisakan material kayu dalam jumlah besar yang kini justru menjadi sumber bencana baru.
Hingga Minggu (29/3/20260 malam, api dilaporkan belum sepenuhnya padam dan masih menyisakan bara di sejumlah titik.(*)