Dengan skema investasi baru dan peningkatan subsidi, koalisi pemerintah Jerman ingin mendorong perkembangan tabungan pensiun swasta. Didukung oleh Partai CDU, CSU, dan SPD, Parlemen Jerman (Bundestag) pada Jumat (27/03) menyetujui penggantian skema pensiun Riester. Model baru berupa tabungan pensiun yang didukung negara itu akan mulai berlaku pada 2027.
Skema ini juga akan memperkenalkan produk standar yang mudah dipahami pengguna layanan dengan biaya administrasi yang dibatasi. Tujuannya adalah agar masyarakat berpenghasilan rendah lebih mudah memulai tabungan pensiun swasta.
Menteri Keuangan Jerman, Lars Klingbeil dari Partai SPD, menyebut reformasi ini sebagai sebuah "tonggak penting”. Menurutnya, perubahan ini akan membuat tabungan pensiun swasta menjadi lebih menarik bagi kelompok berpenghasilan rendah dan keluarga. Ia menekankan bahwa program ini kini benar-benar "menguntungkan sejak euro pertama yang ditabung”.
Partai Kiri (Die Linke) menolak rencana koalisi pemerintah tersebut. Sementara itu, Partai Hijau dan Partai AfD memilih untuk abstain. Reformasi ini masih harus dibahas lebih lanjut oleh Bundesrat (Dewan Perwakilan Negara Bagian).
Dalam debat di Bundestag, anggota CDU Fritz Günzler menyatakan bahwa skema Riester yang diperkenalkan pada tahun 2002 memang "sangat membutuhkan perbaikan”. Ia menilai sistemnya terlalu rumit, biayanya terlalu tinggi, dan hasil keuntungannya terlalu rendah. Akibatnya, semakin sedikit orang yang memilih skema tersebut, dan jutaan kontrak bahkan sudah tidak lagi diisi.
Dari pihak AfD, anggota parlemen Christian Douglas menyambut beberapa perbaikan yang baru disepakati oleh koalisi pemerintah. Namun, ia menilai batas maksimal biaya masih belum memadai. Selain itu, ia memperingatkan adanya potensi "konflik kepentingan” jika produk standar dikelola oleh lembaga negara.
Anggota Partai Hijau, Armin Grau, menyebut reformasi ini sebagai "langkah kecil ke arah yang benar”. Ia mengapresiasi bahwa pekerja mandiri kini juga akan dilibatkan. Namun, ia mengkritik tidak adanya sistem pendaftaran otomatis bagi masyarakat dalam produk standar publik tersebut, kecuali mereka secara aktif menolak program itu.
Anggota parlemen Sarah Vollath menyatakan bahwa "satu-satunya cara untuk menjamin perlindungan yang baik bagi semua orang adalah melalui pensiun wajib negara”. Ia berpendapat bahwa kontrak pensiun swasta hanya menguntungkan sektor keuangan.
Sistem baru ini memberikan pilihan antara model dengan pembayaran yang dijamin dan model tanpa jaminan, yang memungkinkan potensi keuntungan lebih tinggi melalui investasi, misalnya dalam dana saham.
Biaya untuk semua rekening standar selama masa kontrak akan dibatasi hingga maksimum satu persen dari total biaya efektif. Hal baru lainnya adalah pekerja mandiri kini juga termasuk dalam kelompok yang berhak mendapatkan subsidi.
Kritik datang dari kalangan serikat pekerja. Serikat pekerja IG Metall menyatakan bahwa program baru ini tidak memberikan jaminan pensiun yang aman, melainkan menciptakan "labirin baru” berupa berbagai produk bersubsidi yang tetap harus dibiayai sendiri oleh pekerja tanpa jaminan hasil.
Asosiasi pengusaha Bundesvereinigung der Deutschen Arbeitgeberverbände menilai reformasi ini sebagai kemajuan kecil, tetapi masih "belum memenuhi kebutuhan yang sebenarnya”. Mereka berpendapat bahwa tujuan pemerintah dalam hal pensiun tidak akan tercapai dengan skema subsidi yang direncanakan.
Sementara itu, organisasi payung perlindungan konsumen di Jerman. Verbraucherzentrale Bundesverband melihat adanya perbaikan yang cukup jelas dibandingkan dengan skema Riester.
Menurut pakar keuangan Dorothea Mohn, penghapusan persyaratan jaminan yang kaku dan struktur subsidi yang lebih sederhana dapat meningkatkan peluang keuntungan. Namun, ia tetap menganggap batas biaya sebesar satu persen masih terlalu tinggi.
Direktur utama asosiasi industri asuransi Jerman, Jörg Asmussen, pada dasarnya menyambut baik reformasi ini. Namun, ia mengkritik rencana produk standar yang dikelola negara karena detail pelaksanaannya masih belum jelas.
Skema Riester yang diperkenalkan pada tahun 2002 merupakan bentuk pensiun swasta yang didukung oleh subsidi negara dan keuntungan pajak, serta menjamin pembayaran pensiun bulanan seumur hidup. Namun, kelemahannya adalah aturannya rumit dan sulit dipahami oleh sebagian konsumen.
Selain itu, biaya administrasinya dianggap tinggi. Hanya sebagian kecil dari iuran yang bisa diinvestasikan secara berisiko, sehingga peluang mendapatkan keuntungan tinggi menjadi sangat terbatas. Sejak 2018, jumlah total kontrak pensiun swasta terus menurun karena hal-hal ini.
Kementerian Keuangan menyatakan bahwa skema pensiun swasta yang mendapat insentif pajak saat ini "terlalu rumit dan kurang dimanfaatkan”. Oleh karena itu, sistem ini akan dibuat "jauh lebih sederhana, lebih murah, dan lebih fleksibel”.
Mulai 1 Januari 2027, pemerintah ingin memperkenalkan produk standar yang mudah dipahami, yang wajib ditawarkan oleh semua penyedia, seperti bank, lembaga tabungan, dan perusahaan asuransi, untuk mempermudah masyarakat memulai tabungan pensiun swasta.
Selain produk dengan jumlah pembayaran yang dijamin, juga akan tersedia rekening pensiun tanpa jaminan, yang memungkinkan investasi misalnya dalam dana atau kelas aset lainnya.
Biaya pembukaan dan administrasi akan dibagi sepanjang masa kontrak, dan untuk produk standar akan ada batas biaya maksimum sebesar satu persen.
Hal baru lainnya adalah dimasukkannya pekerja mandiri sebagai kelompok yang berhak mendapat subsidi. Sebelumnya, terutama pekerja bergaji tetap yang bisa mengikuti skema Riester. Dengan memasukkan pekerja mandiri, pemerintah ingin mengakui bahwa kelompok ini sering menghadapi kondisi ekonomi yang rentan di masa tua.
Saat ini, tunjangan dasar dalam Riester-Rente adalah 175 euro per tahun untuk setiap penabung, dan akan diganti dengan sistem subsidi proporsional. Ke depan, setiap euro yang ditabung akan mendapat tambahan 50 sen dari negara, hingga maksimum 360 euro.
Untuk tabungan tahunan antara 360 hingga 1.800 euro, masih ada tambahan 25 sen per euro. Total subsidi bisa mencapai hingga 540 euro per tahun. Keluarga bisa mendapatkan tunjangan anak penuh sebesar 300 euro per tahun bahkan dengan tabungan mulai dari 25 euro per bulan.
Selain itu, pemerintah berharap tabungan pensiun baru ini bisa memberikan potensi keuntungan yang lebih tinggi. Hal ini dimungkinkan karena beberapa hal: jaminan mahal yang sebelumnya wajib dihapuskan, biaya pembukaan dan administrasi dibagi merata sepanjang masa kontrak, serta adanya batas maksimal biaya (1%) untuk produk standar.
Editor: Prita Kusumaputri