Jakarta (ANTARA) - Asisten Pelatih Johor Southern Tigers (JST) Adrian Wong mengakui Dewa United Banten sebagai lawan yang sulit dihadapi usai kekalahan 79-91 dalam pertandingan Basketball Champions League (BCL) Asia-East 2026.

Menurut dia, pengalaman bertanding di Indonesia menjadi pelajaran penting bagi timnya yang masih tergolong muda dalam kompetisi level Asia tersebut.

"Pertama sekali, kami adalah klub muda yang datang ke BCL Asia-East dan ini berbeda dengan liga yang kami mainkan di Malaysia," kata Wong seusai pertandingan di Dewa United Arena, Tangerang, Banten, Minggu (29/3) malam.

Dia menyatakan, timnya akan menjadikan hasil pertandingan tersebut sebagai bahan evaluasi untuk tampil lebih baik saat bermain di kandang, yakni di Johor, Malaysia, pada pertengahan April mendatang.

Center Johor Southern Tigers Aaron Geramipoor juga menilai kualitas permainan Dewa United sangat menyulitkan, terutama dengan kontribusi para pemain kunci yang mampu memanfaatkan celah pertahanan.

Dia menyebut Troy Akeem Gillenwater dan Joshua Ibarra sebagai pemain yang tampil efektif sepanjang pertandingan.

"Sangat sulit memang melawan mereka," ujar Geramipoor.

Dia menjelaskan bahwa fokusnya menjaga Ibarra justru dimanfaatkan pemain lain seperti Gillenwater untuk mencetak angka, sehingga membuat pertahanan timnya kewalahan.

Pebasket itu mengaku mengenal Ibarra karena pernah bermain bersama di Meksiko, sehingga membuat laga tersebut terasa spesial baginya.

Meski kalah, Johor Southern Tigers bertekad bangkit pada laga berikutnya dan memaksimalkan keunggulan bermain di kandang sendiri.

"Jadi sangat menyenangkan untuk bermain dalam laga internasional dengan mereka (Ibarra dan Gillenwater), kedua pemain itu melaksanakan tugas dengan bagus," tambah pemain berpostur tubuh setinggi 2,14 meter itu.

Dalam pertandingan perdana, Johor Southern Tigers juga menuai kekalahan 80-90 kontra Hi-Tech Basketball Club (HIT) yang berasal dari Thailand, di tempat yang sama, Sabtu (28/3) malam.

Dalam ajang yang diselenggarakan oleh Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) tersebut, grup A terdiri atas Dewa United Banten (Indonesia), Hi-Tech Basketball Club (Thailand), dan Johor Southern Tigers (Malaysia).

Selanjutnya, pertandingan di grup A digelar di Johor, Malaysia, pada 15-17 April, serta Bangkok, Thailand (30 April-2 Mei).