TRIBUN-MEDAN.com - Polres Mimika mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi terkait tewasnya seorang warga berinisial BN, yang tubuhnya dipenuhi anak panah pada Minggu (29/3/2026).
Masyarakat juga diimbau agar tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum.
Aparat keamanan menyatakan akan terus meningkatkan patroli dan pengamanan guna mencegah terjadinya gangguan kamtibmas maupun aksi balasan dari pihak-pihak tertentu.
Peristiwa pembunuhan terjadi di Jalan Freeport Lama, tepatnya di sekitar pangkalan ojek tembus menuju Kampung Damai, Minggu (29/3/2026).
Sekitar pukul 01.05 WIT, personel Polsek Kwamki Narama menerima informasi dari warga yang mengabarkan ada seorang korban dalam kondisi meninggal dunia di lokasi kejadian.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel piket bersama anggota Brimob segera menuju TKP.
Setibanya di lokasi pada pukul 01.33 WIT, personel gabungan langsung melakukan pengamanan TKP.
Polisi juga berkoordinasi dengan Unit Identifikasi (Inafis) Polres Mimika untuk pelaksanaan olah TKP, serta meminta bantuan tambahan personel guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
Korban diketahui berinisial BN (23), laki-laki.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di TKP, korban mengalami luka serius di antaranya:
sejumlah luka akibat anak panah yang tertancap di tubuh korban, sebanyak kurang lebih 19 anak panah
luka akibat senjata tajam di bagian leher dan punggung
Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona mengatakan, dari informasi sementara di lapangan, diduga pelaku berjumlah lebih dari satu orang.
Namun identitas dan motif kejadian masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
Saat ini, jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD Mimika untuk penanganan lebih lanjut.
"Aparat kepolisian masih melakukan pendalaman guna mengungkap pelaku serta motif di balik kejadian tersebut," ujarnya.
Distrik Kwamki Narama adalah salah satu distrik di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Luas wilayah sekitar 12,86 km⊃2; dan populasi lebih dari 7.500 jiwa (2019).
Kepadatan penduduk : ±587 jiwa/km⊃2;.
Pembagian administratif:
Satu kelurahan, yakni Kelurahan Harapan.
9 kampung, yakni:
Distrik Kwamki Narama dikenal sering terjadi baku panah antarwarga yang berulang.
Konflik ini disebut sebagai “luka yang tak kunjung berakhir” karena melibatkan saudara satu komunitas dan berpotensi menjadi tragedi kemanusiaan.
(*/ Tribun-medan.com)