TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Provinsi Jambi mengalami kenaikan perolehan suara. Kondisi itu anomali, sementara banyak daerah lain di Indonesia kondisinya tidak serupa, Senin (30/3/2026).
Berikut analisis politik tiga dosen ilmu politik Universitas Jambi (Unja) terkait kondisi PPP di Jambi dan posisinya yang semakin menguat.
Analisis Dori Effendi, Dosen Ilmu Politik Unja: Fadhil dan Perolehan Suara
Dori Effendi, Dosen Ilmu Politik Universitas Jambi, memaparkan tren itu tidak terlepas dari beberapa faktor.
Pertama, pengaruh figur ketua DPW PPP Provinsi Jambi, Fadhil Arief. Sebab tokoh tersebut merupakan Bupati Batang Hari yang berhasil menjadikan tersebut sebagai basis utama PPP.
Hal itu dibuktikan perolehan 9 kursi dewan dan menduduki ketua DPRD Batanghari
Kedua, PPP memiliki dua kepala daerah di Batang hari dan Sarolangun.
Ketiga, calon legislatif yang dimajukan oleh PPP adalah kandidat yang kompeten.
"PPP akan memiliki pengaruh kuat di Jambi. Itu karena PPP memiliki 5 kursi di dewan provinsi dan memiliki 2 kepala daerah di Batang hari dan Sarolangun," ujarnya kepada Tribun Jambi.
Dua daerah tersebut merupakan basis utama dan basis baru PPP di Provinsi Jambi.
Analisis Ian Pasaribu, Dosen Ilmu Politik Unja: "Partai Tua" yang Berubah
Ian Pasaribu, Dosen Ilmu Politik Unja, menilai suara PPP naik dan stabil karena figur atau aktor politik di Jambi.
Secara pelembagaan, PPP sudah mengalami penurunan, sebab dianggap merupakan "partai tua".
"Partai tua, dalam tanda kutip, partai yang diisi oleh orang-orang tua. Sementara tren partai politik di Indonesia sudah mengarah ke anak muda. Karena marketnya ada anak milenial dan gen Z," jelasnya.
"Sementara di Jambi PPP relatif stabil dikarenakan beberapa figur politik yang cukup kuat dan dikenal oleh milenial dan gen-Z,” lanjutnya.
PPP akan mengalami hal yang sama dengan daerah lain jika tidak bertransformasi ke partai anak muda dan akrab di telinga gen-Z. PPP harus lebih aktif lagi untuk kalangan milenial dan gen-z.
“Karena pemilih di Pemilu dan Pilkada mendatang semua partai harus berebut suara anak muda,” terangnya.
Analisis Nasuhaidi, Dosen Ilmu Politik Unja: Ketokohan
Nasuhaidi menilai ketokohan figur menjadi kunci naiknya suara partai tersebut di Jambi.
Membangun citra partai oleh figur terkait akan mempengaruhi suara partai tersebut.
"Untuk sejauh ini, ketuanya sudah bisa membangun citra. Sangat tergantung dengan figur, bagaimana kinerjanya sebagai Bupati di Batanghari pasti jadi barometer itu," ujarnya.
Selain figur, sikap partai juga mempengaruhi perolehan suara partai tersebut.
Seperti sikap PPP terhadap kebijakan-kebijakan, terkhusus politik lokal di Provinsi Jambi.
"Di Batanghari pasti berpengaruh. Misalnya, ketika anggota dewannya dari PPP, lumayan. Misalnya, yang yang duduk menjabat, tentu mereka dianggap bisa mewarnai kebijakan-kebijakan pemerintah yang misalnya pro kepada masyarakat. Nah, itu pasti ke depan mempengaruhi,” jelasnya.
Sebab itu, Nasrul mengingatkan agar program partai tersebut ke depannya harus adaptif dengan perkembangan zaman.
"Paling tidak kan menghilangkan kesan bahwa PPP itu bukan partai orang tua-tua saja. karena orang-orang yang punya kapasitas dan kapabilitas untuk menjadi pengurus partai, dari orang tua sampai orang muda ya semuanya sama peluangnya," imbuhnya.
"Jadi, dengan adanya Pak Fadhil Arief itu sebagai ketua, ya, bisa dibilang generasi mudalah gitu tidak terlalu itu, kan juga membawa nuansa nuansa barulah,” pungkasnya.
Jawaban Fadhil Arief Soal Maju Pilgub Jambi 2026
Ketua Dewan Pimpinan Wikayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP)Provinsi Jambi, Fadil Arief, memilih irit bicara saat ditanya soal peluangnya maju Pemilihan Gubernur atau Pilgub Jambi 2029 mendatang.
Momen itu terjadi seusai pembukaan Musyawarah Cabang (Muscab) serentak PPP Jambi, Sabtu (28/3) malam.
Baca juga: Aksi Grasstrack Emak-Emak Berdaster Guncang Lapangan Bola Renah Alai Jambi
Saat mendapat pertanyaan awak media terkait Pilgub Jambi tiga tahun lagi, Fadil tampak hanya tersenyum tanpa memberikan jawaban pasti.
"Ayo, makanlah dulu," ujarnya singkat sambil menutup sesi wawancara.
Saat ini, dinamika politik menuju 2029 mulai hangat. PPP Jambi justru memilih fokus memperkuat barisan internal.
Hal itu terlihat dari pelaksanaan musyawarah cabang (muscab) serentak yang diikuti 11 kabupaten/kota di Hotel Rumah Kito Resort Jambi.
Fadil menegaskan muscab bukan sekadar agenda rutin, melainkan langkah strategis untuk merapikan kekuatan partai hingga ke akar rumput.
"Malam ini kita mulai muscab serentak. InsyaAllah selesai besok (Minggu). Ini momentum regenerasi pengurus di 11 kabupaten/kota," tegas Fadil.
Tak berhenti di tingkat cabang, hasil muscab akan langsung ditindaklanjuti dengan pembenahan struktur hingga ke tingkat bawah.
“Setelah ini, pengurus akan menyusun formasi lengkap, lalu merapikan PAC sampai ranting. Semua harus jelas, identitas, struktur, dan arah geraknya,” ujarnya.
Langkah itu, kata Fadil, menjadi bagian dari strategi besar PPP untuk mendongkrak efek elektoral di Provinsi Jambi.
Menariknya, di tengah berbagai isu yang beredar, Fadhil Arief memastikan kader PPP di Jambi tetap solid dan tidak terpengaruh.
"Kita tetap di trek. Mau ada isu, mau ada fitnah, kader PPP Jambi tetap semangat dan optimis,” katanya dengan tegas.
PPP Siap-siap
Ia juga menyinggung kesiapan partai menghadapi verifikasi, yang saat ini sudah berjalan dan ditargetkan tuntas hingga tingkat ranting.
"Kita sudah setengah siap. InsyaAllah sampai ranting selesai. Nantinya akan ada ribuan kader yang menggerakkan kekuatan partai dari bawah,” ungkapnya.
Fadil turut menekankan pentingnya kedewasaan dalam berpolitik. Ia mengingatkan bahwa perbedaan dalam musyawarah harus menjadi kekuatan, bukan perpecahan.
"Dalam musyawarah itu mufakat. Kalau ada perbedaan, itu untuk saling menguatkan, bukan memecah,” ujarnya.
Menurutnya, tujuan utama berpolitik bukan sekadar jabatan, melainkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Jabatan besar tidak ada artinya kalau tidak memberi manfaat. Kepuasan itu saat kita bisa jadi solusi bagi masyarakat,” tuturnya. (Tribun Jambi/Syrillus Krisdianto/Rifani Halim)
Baca juga: Misteri Jejak Darah 100 Meter: Pria Ditemukan Tewas di Pasar Malioboro Jambi
Baca juga: PPP Jambi Panaskan Mesin Politik, Regenerasi dan Ribuan Kader Disiapkan