Tribunlampung.co.id, Pesawaran – Secara geografis, Pantai Teluk Hantu berada di kawasan pesisir selatan Pesawaran yang berhadapan langsung dengan Teluk Lampung. Lokasinya yang cukup terpencil membuat keasrian kawasan ini masih terjaga.
Selain menikmati pemandangan, pengunjung dapat melakukan berbagai aktivitas, mulai dari berenang hingga sekadar bersantai menikmati angin laut.
Keindahan Pantai Teluk Hantu di Kecamatan Punduh Pedada, Kabupaten Pesawaran, menarik minat wisatawan, termasuk kalangan pelajar.
Salah satunya Gufron, pelajar SMA Negeri 14 Bandar Lampung.
Ia mengaku terkesan dengan panorama alami pantai tersebut, meski harus menempuh perjalanan yang cukup panjang dan menantang.
Gufron mengatakan, dirinya bersama rombongan berangkat dari Bandar Lampung menggunakan sepeda motor dengan waktu tempuh sekitar tiga hingga empat jam.
Rute perjalanan yang dilalui meliputi Kemiling, Teluk Pandan, Bawang, hingga akhirnya tiba di lokasi pantai di Desa Pagarjaya, Kecamatan Punduh Pedada.
“Perjalanannya lumayan jauh, sekitar tiga sampai empat jam naik motor. Jalannya campur, ada yang sudah bagus, tapi ada juga yang masih berbatu dan tanah, meski tidak terlalu panjang,” ujar Gufron, Senin (30/3/2026).
Menurutnya, akses menuju Pantai Teluk Hantu memang masih menjadi tantangan tersendiri bagi wisatawan.
Beberapa titik jalan belum sepenuhnya mulus, terutama menjelang lokasi pantai.
Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan minat pengunjung karena keindahan yang ditawarkan dinilai sepadan.
Setibanya di lokasi, Gufron mengaku langsung disambut pemandangan laut biru yang jernih serta suasana pantai yang masih alami dan relatif sepi.
“Pantainya bagus, lautnya biru dan bersih. Suasananya juga tenang, jadi enak buat refreshing,” katanya.
Pantai Teluk Hantu memikat dengan gradasi warna laut yang berubah dari biru tua ke hijau toska di tepian.
Garis pantainya dihiasi hamparan pasir bercampur batuan alami yang membentuk lanskap unik.
Di beberapa sisi, tebing dan perbukitan hijau mengelilingi teluk, menciptakan kesan tersembunyi dan eksotis.
Air laut yang jernih memungkinkan pengunjung melihat dasar perairan di bagian dangkal, sementara ombak yang relatif tenang menambah kenyamanan bagi wisatawan yang ingin berenang atau bermain air.
Suasana di sekitar pantai pun masih sangat alami, dengan minimnya bangunan permanen.
Pepohonan di sekitar garis pantai memberikan keteduhan, sekaligus menambah nuansa asri dan sejuk.
Gufron yang datang saat cuaca cerah juga menyebut pemandangan matahari di pantai ini terlihat semakin indah.
“Ya, liburan nanti semoga bisa ke sini lagi,” pungkasnya.
(Tribunlampung.co.id/Oky Indrajaya)