Laporan Muhammad Azzam
TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI- Pasca Lebaran 2026, volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi mengalami lonjakan.
Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah kendaraan pengangkut sampah yang masuk ke TPA Burangkeng mengalami peningkatan drastis dalam beberapa hari terakhir.
Pada 25 Maret, tercatat sekitar 100 kendaraan yang masuk. Jumlah tersebut meningkat menjadi 150 kendaraan pada 26 Maret, dan mencapai puncaknya dengan sekitar 370 kendaraan pada 27-28 Maret.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Sampah dan Limbah (PSA) Burangkeng, Samsuro Mandiansyah, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengantisipasi lonjakan volume sampah tersebut.
Salah satu langkah yang diambil adalah membuka dua titik pembuangan sampah di wilayah utara dan selatan TPA.
“Kita sudah menyiapkan lokasi buangan di dua titik, di utara dan selatan, agar bisa mengantisipasi arus antrean kendaraan yang masuk ke TPA,” ujar Samsuro pada Senin (30/3/2026).
Selain itu, pihak UPTD juga memastikan kesiapan armada pengangkut sampah untuk mendukung operasional selama masa lonjakan.
Samsuro menjelaskan bahwa perawatan kendaraan dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) telah dipersiapkan jauh hari sebelumnya.
“Kesiapan armada sudah kami persiapkan, baik dari sisi perawatan maupun BBM, sehingga pelayanan tetap maksimal tanpa penambahan kendaraan operasional,” tambahnya.
Humas DLH Kabupaten Bekasi, Dedi Kurniawan, mengatakan pihaknya telah menyiapkan skema khusus melalui bidang pengendalian dan pengelolaan persampahan, termasuk melibatkan unit pelaksana teknis dinas (UPTD) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng.
“Jadi strategi Dinas Lingkungan Hidup, khususnya bidang pengendalian dan pengelolaan persampahan melalui UPTD pengelolaan sampah di Burangkeng, kami sudah siapkan untuk menghadapi lonjakan volume sampah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu langkah utama adalah membuka dua titik atau zona pembuangan sampah di wilayah utara dan selatan.
Hal ini dilakukan untuk mengurai antrean kendaraan pengangkut sampah yang meningkat selama periode mudik dan Lebaran.
“Kita sudah menyiapkan lokasi buangan di dua titik, di utara dan selatan, agar bisa mengantisipasi arus antrean kendaraan yang masuk ke TPA,” jelasnya.
Selain itu, DLH juga melibatkan pihak swasta dalam proses pengangkutan dan telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait gerakan mudik tanpa sampah.
Upaya ini dinilai penting mengingat Kabupaten Bekasi menjadi jalur lintasan lebih dari satu juta pemudik.
“Kami juga sudah melakukan sosialisasi mudik tanpa sampah kepada para pemudik, karena diperkirakan lebih dari satu juta orang melintasi Kabupaten Bekasi,” katanya.
Dedi menambahkan, kesiapan armada pengangkut sampah juga telah dipastikan jauh hari sebelumnya, mulai dari perawatan kendaraan hingga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), sehingga operasional tetap berjalan maksimal tanpa penambahan armada baru.
“Kesiapan armada sudah kami persiapkan, baik dari sisi perawatan maupun BBM, sehingga pelayanan tetap maksimal tanpa penambahan kendaraan operasional,” ungkapnya. (MAZ)