Perjuangan Rambat Jalani Cuci Darah di RS Rafflesia Bengkulu, BPJS Kesehatan Jadi Penopang
Ricky Jenihansen March 30, 2026 02:54 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dinilai sangat membantu masyarakat, terutama di Bengkulu, khususnya bagi pasien yang harus cuci darah setiap minggu.

Salah satu pengguna program JKN, yakni Rambat Nur Sasongko (65), warga Kota Bengkulu, yang sedang menjalani cuci darah di Rumah Sakit (RS) Rafflesia.

Pengalaman Menjalani Cuci Darah

Rambat yang sehari-hari bekerja sebagai pengajar di salah satu kampus di Bengkulu tampak terbaring di kasur pasien, sembari ditemani mesin cuci darah di sampingnya, menceritakan pengalamannya menggunakan layanan JKN.

Rambat sudah menjalani cuci darah sejak 5 tahun terakhir atau tepatnya sejak 2021 lalu, setiap minggu ia harus mencuci darah sebanyak dua kali.

Manfaat JKN dari Sisi Biaya

Ia mengungkapkan sangat terbantu dengan adanya layanan JKN ini, terutama dari sisi pembiayaan.

“Kalau dari sudut biaya, ini sangat tertolong sekali. Totalnya sudah sekitar Rp956 ribu. Kalau dirata-rata Rp1 juta per tindakan, jumlahnya sudah sangat besar,” ungkap Rambat saat ditanya TribunBengkulu.com, di ruang Hemodialisis RS Rafflesia Bengkulu, Senin (30/3/2026) pukul 09.56 WIB.

Ia menjelaskan, dirinya rutin menjalani cuci darah dua kali dalam seminggu.

Tanpa JKN dan BPJS Kesehatan, biaya tersebut tentu sangat memberatkan.

“Kalau pakai biaya pribadi, mungkin sudah tidak sanggup. Ini bisa dibilang setara beli beberapa mobil,” tutur Rambat.

Awal Penggunaan kartu JKN 

Rambat mulai menggunakan program JKN sejak awal dirinya didiagnosis harus menjalani cuci darah pada 2021.

Saat itu, kondisi kesehatannya menurun pasca pandemi Covid-19.

Ia sempat menolak anjuran medis selama tiga bulan dan mencoba pengobatan alternatif.

Namun, kondisinya justru semakin memburuk.

“Akhirnya saya pasrah dan mengikuti saran dokter untuk cuci darah. Langsung pakai BPJS,” jelas Rambat.

Pelayanan dan Administrasi

Dari sisi pelayanan, Rambat juga mengaku tidak mengalami kendala berarti.

Ia menilai proses administrasi cukup mudah, apalagi dengan adanya aplikasi Mobile JKN.

“Administrasinya cepat. Tinggal tunjukkan dari aplikasi, langsung diproses dan dapat lembaran print out,” kata Rambat.

Ia juga menegaskan tidak ada perbedaan pelayanan antara pasien BPJS kesehatan dan pasien umum di rumah sakit.

“Tidak ada perbedaan. Pelayanannya sangat baik, ramah, dan membantu sekali,” papar Rambat.

Harapan ke Depan

Meski demikian, ia berharap sistem dalam program JKN tidak sering berubah, terutama terkait mekanisme administrasi.

Khususnya dalam aplikasi JKN Mobile.

“Harapannya jangan sering berubah-ubah. Kalau bisa tetap saja, supaya kami yang sudah tua tidak bingung,” tutup Rambat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.