Tribunlampung.co.id, Sulawesi Barat - Sebanyak tujuh orang dilarikan ke puskemsas diduga keracunan makanan, Minggu (29/3/2026) di Desa Karama, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.
Mereka terdiri dari orang dewasa, remaja hingga balita mengalami gejala keracunan bervariasi setelah mengonsumsi daging anjing.
Mayoritas gejala yang dialami mulai dari pusing, nyeri dada, rasa terbakar di perut.
Polisi menduga kuat bahwa anjing yang dikonsumsi tersebut telah terpapar racun tikus sebelum disembelih.
"Dugaan sementara, anjing tersebut mati atau sakit karena memakan racun tikus. Hal ini diperkuat dengan kondisi anjing yang terlihat muntah-muntah sebelum dipotong," jelas Lukman dikutip dari Tribunsulbar.com.
Meskipun mengonsumsi daging anjing merupakan hal yang lumrah bagi sebagian masyarakat di wilayah tersebut, Lukman menyebut, kejadian keracunan massal ini baru pertama kali terjadi di Desa Karama.
Saat ini, ketujuh korban telah mendapatkan penanganan medis berupa pemberian infus (IVFD) NaCl di Puskesmas Karama dan kondisinya terus dipantau tim medis.
Peristiwa keracunan itu bermula ketika seorang warga memotong seekor anjing peliharaan yang terlihat sakit.
"Sekitar pukul 08.00 WITA, seorang warga melihat anjing peliharaan tetangganya muntah-muntah. Warga tersebut kemudian berinisiatif menyembelih dan memasak daging anjing itu," ujar Lukman saat dikonfirmasi, Senin (30/3/2026).
Hidangan daging anjing tersebut kemudian disantap bersama beberapa warga sekitar pukul 09.00 WITA. Tak lama berselang, dua orang mulai merasakan mual dan muntah-muntah.
Kondisi para korban semakin memburuk pada sore hari. Sekitar pukul 15.30 WITA, lima warga yang kondisinya melemas segera dievakuasi ke Puskesmas Karama.
"Menyusul kemudian pada pukul 16.20 WITA, dua warga lainnya juga dilarikan ke tempat medis yang sama dengan keluhan serupa," tambah Lukman.(*)