Jakarta (ANTARA) - Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin meminta agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjaga dan memastikan ketahanan pangan bagi warga, mengingat ibu kota tidak memiliki lahan pertanian dan kondisi global sedang memanas akibat perang di Timur Tengah.
"Situasi dunia sedang tidak baik-baik saja, konflik di Timur Tengah, penutupan Selat Hormuz, yang telah berdampak kepada negara tetangga kita di sekitaran Asia Tenggara. Tentu kita harus bersiap-siap," kata Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin di Jakarta, Senin.
Dia pun mengaku khawatir dengan situasi global saat ini meminta Pemprov DKI agar menjaga ketahanan pangan, terlebih mengingat Jakarta tidak memiliki lahan pertanian.
Terkait ketahanan pangan tersebut, dia berencana melakukan sidak di sejumlah pasar dan juga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan Jakarta guna memastikan ketersediaan pangan bagi penduduk Jakarta aman.
"Jakarta tidak ada sawah, tidak ada lahan pertanian, sehingga kita harus memastikan bahwa ketersediaan pangan untuk 11,6 juta penduduk Jakarta ada, dan aman," ujar Khoirudin.
Lebih lanjut, dia menuturkan ketersediaan pangan, terutama beras di Jakarta dapat dikatakan aman apabila memiliki 30 ribu ton beras yang beredar di pasaran, sementara ketersediaan beras di gudang saat ini, yaitu sekitar 12 ribu ton.
Oleh karena itu, dia bertekad melakukan sidak di beberapa pasar dan gudang guna memastikan ketersediaan pangan di Jakarta.
"Saya akan sidak dalam waktu dekat untuk bisa memastikan berapa jumlah beras. Beras yang beredar minimal 30.000 ton, dan di gudang yang tersimpan 12.500. Itu yang aman. Saya harus pastikan harus aman untuk dua bulan, tiga bulan ke depan," tegas Khoirudin.





