TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus terjadi di sejumlah wilayah Kota Batam, ditambah hujan yang tak kunjung turun, mendorong Pemerintah Kota Batam menggelar salat Istisqa di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Senin (30/3/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan usai apel bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), sebagai ikhtiar bersama memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau yang berkepanjangan.
Wali kota Batam, Amsakar Achmad, mengaku bersyukur kegiatan Shalat Istisqo berjalan lancar dan dihadiri banyak jamaah dari kalangan ASN maupun masyarakat.
“Kalau kita lihat tadi, barisan laki-laki sekitar empat sampai lima saf, sementara perempuan enam sampai tujuh saf. Totalnya sekitar 10 hingga 12 saf. Ini menunjukkan antusiasme dan kepedulian masyarakat yang cukup tinggi,” ucap Amsakar Achmad.
Amsakar Achmad menjelaskan, pelaksanaan salat Istisqa dilakukan karena dalam beberapa hari terakhir kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kerap terjadi di sejumlah titik di Batam.
Pemerintah kota pun terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk memantau wilayah rawan.
“Tiap hari kami berkoordinasi dengan Polda dan Polres. Titik kebakaran paling rawan saat ini berada di wilayah Sekupang, Nongsa, dan Galang,” sebutnya.
Selain itu, cuaca panas ekstrem yang melanda Batam juga berdampak pada menurunnya debit air di sejumlah waduk.
Berdasarkan koordinasi dengan BMKG, musim kemarau diprediksi masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.
“Kondisi ini yang membuat kami memutuskan untuk melaksanakan Shalat Istisqo, sebagai salah satu sunnah untuk memohon turunnya hujan,” kata Amsakar Achmad.
Melalui doa bersama dan upaya yang dilakukan pemerintah, Batam segera diguyur hujan sehingga dapat membantu mengatasi krisis air bersih sekaligus menekan potensi kebakaran hutan dan lahan.
Ia menjelaskan di tengah kemarau yang berkepanjangan Pemko Batam mencatat beberapa waduk utama mulai mengalami penurunan kapasitas air secara signifikan.
Amsakar juga berharap seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga lingkungan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau.
“Semoga dengan ikhtiar ini Batam segera diberkahi hujan, sehingga persoalan air bersih dan karhutla bisa terurai. Kita harus melakukan berbagai upaya terbaik demi masyarakat dan daerah,” harapnya. (TribunBatam.id/Pertanian Sitanggang)