TRIBUNBATAM.id - Kecelakaan maut melibatkan dua sepeda motor di jalan raya Desa Doroampel, Kecamatan Sumbergempol, Tulungagung, Jawa Timur, pada Minggu (29/3/2026) pagi.
Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang pengendara sepeda motor meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP) dan satu korban luka-luka.
Identitas korban tewas adalah M (55), laki-laki asal Desa Sambijajar, Kecamatan Sumbergempol yang dibonceng pengendara Honda Vario berinisial CN (22).
Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP Mohammad Taufik Nabila, mengonfirmasi kecelakaan yang merenggut satu nyawa itu.
AKP Taufik juga mengungkap penyebab kecelakaan karena pengendara motor Yamaha Mio memotong jalan tanpa memperhatikan arus lalu lintas.
“M mengalami luka berat dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian,” jelas Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP Mohammad Taufik Nabila.
AKP Taufik membeberkan kronologi kecelakaan bermula ketika Y (82), laki-laki warga Desa Bendilwungu, Kecamatan Sumbergempol mengendarai Yamaha Mio AG 5650 RFF dari selatan ke utara.
Dari arah yang sama, CN laki-laki warga Desa Sambijajar, Kecamatan Sumbergempol yang memboncengkan M.
Sesampainya di TKP, pengendara Mio sempat berhenti di sisi kiri jalan karena bermaksud menyeberang ke sisi timur jalan.
“Y ini berhenti kemudian memotong jalur berniat ke timur jalan. Tapi dia tidak memperhatikan lalu lintas dari arah belakang,” sambung Taufik.
Secara mendadak Y memotong jalur bergerak ke kanan, dari arah belakang melaju sepeda motor yang dikendarai CN.
Korban CN yang datang dari arah belakang tak sempat menghindar dan akhirnya menghantam motor Mio.
Benturan keras membuat tubuh M terlempar lalu tersungkur di aspal jalan.
“Tabrakan terjadi saat Yamaha Mio itu posisi berbelok ke timur, jadi benturan dari arah samping. Korban terlempar di aspal jalan,” tutur Taufik.
Baca juga: Mobil Pikap Angkut Rombongan Pengantin Kecelakaan Maut di Bengkulu, Kakak Anggota DPRD Tewas
Dari pemeriksaan medis, M dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Jenazahnya dievakuasi ke Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKF) RSUD dr Iskak Tulungagung.
Sementara Y dan CN sama-sama mengalami luka.
“Unit Gakkum yang mendapat laporan segera mendatangi lokasi kejadian."
"Kendaraan yang terlibat kecelakaan sudah kami amankan,” ujar Taufik.
Taufik mengingatkan, agar para pengendara memperhatikan kondisi lalu lintas.
Sebelum berbelok atau memotong jalur, diwajibkan memperhatikan arus dari arah belakang, dalam hal ini spion akan sangat membantu.
Selain memastikan lalu lintas dari arah depan sudah aman, lalu lintas dari arah belakang juga harus dipastikan aman.
“Jangan sekadar belok, potong jalur seenaknya karena keselamatan bersama harus jadi prioritas utama,” tegasnya.
(TribunBatam.id)