Laporan Wartawan TribunBanten.com, Misbahudin
TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Amir Hamzah, memberikan isyrata akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakil Bupati Lebak.
Pernyataan tersebut disampaikan karena Amir mengaku merasa sakit hati atas ucapan Hasbi Jayabaya yang kerap menyinggung dirinya sebagai mantan narapidana di hadapan publik.
Sebagaimana diketahui, Bupati Lebak, Hasbi Jayabaya, sempat menyebut Wakil Bupati Lebak sebagai mantan narapidana saat acara halalbihalal bersama ratusan ASN di Pendopo Bupati Lebak, Senin (30/3/2026).
Meski begitu, Amir menegaskan akan melihat situasi terlebih dahulu, mengingat dirinya baru menjabat selama satu tahun sebagai Wakil Bupati Lebak.
Baca juga: Amir Hamzah Ngaku Sakit Hati, Dua Kali Disebut Mantan Narapidana oleh Bupati Hasbi Jayabaya
Diketahui, Hasbi dan Amir maju sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lebak pada Pilkada 2024.
Keduanya diusung oleh enam partai politik antara lain PDI Perjuangan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Demokrat, dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo).
Habi dan Amir berhasil mengalahkan dua pesaingnya dengan meraih perolehan 330.126 suara.
Sedangkan, pasangan calon nomor urut 2, Dede Supriyadi - Virnie Syafitri meraih 132.213 suara dan paslon nomor 3, Sanuji Pentamarta- Dita Fajar Bayhaqi meraih 193.237 suara.
"Nanti saya lihat situasi. Kita kan baru satu tahun," ujarnya saat ditemui di kediamannya.
Orang nomor dua di Kabupaten Lebak itu menegaskan bahwa kemenangan Hasbi Jayabaya dalam Pilkada bukan semata-mata karena dirinya sendiri.
Menurut Amir, kemenangan tersebut juga tidak lepas dari peran ayah Hasbi, Mulyadi Jayabaya (JB), serta dirinya.
"Harus diingat, jangan merasa menang karena dia saja. Ini ada faktor JB dan faktor saya. Dia juga pernah kalah saat mencalonkan diri sebagai anggota DPR," tegasnya.
Amir menilai, Hasbi Jayabaya belum tentu terpilih menjadi Bupati Lebak jika tidak ada peran besar dari Mulyadi Jayabaya.
"Artinya, kalau tidak ada bapaknya, belum tentu juga terpilih. Kenapa dia tidak menghormati orang tuanya?" ujarnya.
Amir menambahkan, rasa tersinggung atas ucapan Hasbi tidak hanya dirasakan dirinya, tetapi juga oleh istri dan anak-anaknya.
Bahkan, kata Amir, istrinya kini enggan lagi aktif dalam kegiatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak.
"Namanya seorang istri, mendengar langsung pasti sakit hati. Istri saya sudah tidak ingin aktif lagi," pungkasnya.