Potongan Tubuh Mayat Karyawan Ayam Geprek Bekasi Ditemukan di Cariu Bogor
Hironimus Rama March 30, 2026 06:14 PM

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA – Misteri hilangnya bagian tubuh Abdul Hamid (39), karyawan kios ayam goreng yang ditemukan tewas mengenaskan di dalam mesin pembeku (freezer) di Serang Baru, Kabupaten Bekasi, akhirnya terjawab.

Polisi berhasil menemukan potongan tangan dan kaki korban yang sempat hilang di wilayah Bogor.

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim.

Baca juga: Bikin Merinding! Ini 5 Fakta Kasus Penemuan Mayat di Freezer Ayam Geprek Bekasi

Ia mengonfirmasi bahwa bagian tubuh korban yang sebelumnya menjadi tanda tanya besar kini telah diamankan.

Seluruh Bagian Tubuh Kini Lengkap

Setelah melakukan pencarian intensif pasca-penemuan jasad korban pada Sabtu (28/3/2026), tim kepolisian akhirnya mendapatkan titik terang mengenai keberadaan potongan tubuh yang dimutilasi pelaku.

“Sudah,” ujar Abdul Rahim singkat saat dikonfirmasi mengenai status pencarian bagian tubuh tersebut, Senin (30/3/2026).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan lokasi spesifik pembuangan bagian tubuh tersebut oleh para pelaku. “Di daerah Cariu, Bogor,” katanya.

Dengan temuan di wilayah Bogor ini, polisi memastikan seluruh anggota tubuh korban kini telah lengkap.

“Benar,” tambah Rahim.

Pelaku Dibekuk Saat Kabur ke Majalengka

Di saat bersamaan, pelarian dua pelaku yang merupakan rekan kerja korban juga berakhir. Tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil meringkus pelaku berinisial DS alias A dan S pada Minggu (29/3/2026) pukul 09.30 WIB.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan di Desa Sindang Panji, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka.

“Benar, dua orang pelaku telah diamankan. Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mendalami motif, konstruksi peristiwa, serta peran masing-masing pihak,” ujar Budi, Senin (30/3/2026).

Dalam rekaman video penangkapan, kedua pelaku tampak tidak berkutik dengan tangan terikat kabel ties.

Satu pelaku terlihat mengenakan pakaian biru, sementara rekannya berpakaian hitam saat dimasukkan ke dalam mobil petugas.

Motif Rekan Kerja Masih Didalami

Polisi mengonfirmasi bahwa kedua pelaku adalah orang dalam yang bekerja di kios yang sama dengan korban.

Abdul Hamid sendiri diketahui bekerja sebagai petugas keamanan kios, sementara pelaku DS dan S bekerja sebagai pelayan dan juru masak.

"Kedua pelaku adalah rekan kerja korban," tegas AKBP Abdul Rahim.

Selain melakukan pembunuhan sadis dan mutilasi, pelaku juga diduga menggasak harta benda milik pemilik kios berinisial ES (32).

Saat kejadian, ES melaporkan kehilangan dua unit sepeda motor serta uang tunai senilai Rp 500.000.

Kini, Polda Metro Jaya terus melengkapi alat bukti melalui metode scientific crime investigation, termasuk autopsi dan uji laboratorium forensik untuk menuntaskan kasus yang menggegerkan warga Bekasi ini secara profesional.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.