Komnas HAM Pastikan Inisial Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Sama antara Polda dan TNI
Muhammad TaufiqRahman March 30, 2026 06:42 PM

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menegaskan polemik perbedaan inisial pelaku dalam kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus sudah menemui titik terang.

Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Saurlin Siagian mengatakan Polda Metro Jaya mengungkap inisial pelaku yang mereka bongkar merupakan orang yang sama dengan yang diungkap pihak TNI.

Bahkan, Saurlin mengatakan Polda Metro Jaya juga menyampaikan jika pelaku penyiraman tersebut berjumlah empat orang yang merupakan prajurit TNI.

"Saya kira sudah ada kesesuaian juga. Pihak PMJ juga sudah menyampaikan empat ya. Jadi tidak ada perbedaan. Perbedaan inisial itu kami konfirmasi bukan perbedaan signifikan, mereka mengatakan itu orang yang sama, kira-kira begitu," kata Saurlin usai memeriksa pihak Polda Metro Jaya di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (30/3/2026).

Meski begitu, Saurlin mengatakan pihak Polda Metro Jaya pun tetap melanjutkan penyidikan yang sudah berjalan.

Pendalaman terus dilakukan termasuk untuk mencari apakah ada keterlibatan pihak sipil dalam kasus penyiraman air keras tersebut.

"Pihak Polda Metro Jaya masih mendalami keterlibatan pihak yang non-TNI ya, masih melakukan proses penyelidikan lebih lanjut. Kita akan menunggu hasil penyelidikannya," tuturnya.

Sebelumnya, Kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus sudah mulai terang setelah identitas terduga pelaku sudah muncul ke publik.

Dalam hal ini, Polda Metro Jaya telah mengumumkan dua inisial pelaku yang disebut eksekutor penyiraman air keras yakni BHC dan MAK. 

Sementara itu, Adapun empat prajurit TNI diduga kuat terlibat dalam penyiraman air keras kepada Andrie Yunus pada Kamis (12/3/2026) malam di kawasan Senen, Jakarta Pusat.

Keempat tersangka tersebut masing-masing berinisial NDP, SL, BHW, dan ES.

Seluruh tersangka diketahui bertugas di Detasemen Markas (Denma) BAIS TNI. Saat ini, mereka telah ditahan di Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.