TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Anggota DPR Papua Barat, Aloysius Paulus Siep, menyoroti pembangunan gedung berbentuk Gelanggang Olahraga (GOR) di Kampung Susweni, Distrik Manokwari Timur, yang hingga kini terbengkalai.
Bangunan tersebut diketahui baru mencapai tahap pondasi, pemasangan tiang, hingga sebagian atap seng, namun tidak pernah dilanjutkan hingga selesai.
Kondisi ini memicu keprihatinan karena proyek tersebut dinilai tidak memberikan manfaat bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Aloysius Paulus Siep saat diwawancarai media di kawasan Amban, Manokwari, Senin (30/3/2026).
Ia mengungkapkan hingga kini belum jelas sumber anggaran pembangunan tersebut, apakah berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Pembangunan ini berjalan dari tahun anggaran berapa juga belum jelas, termasuk sumber anggarannya apakah dari APBD atau APBN. Ini perlu ditelusuri untuk mendapatkan kejelasan,” ujar Aloysius Paulus Siep yang akrab disapa APS.
Baca juga: Aloysius Siep Soroti Proyek Mangkrak di Kawasan Unipa Manokwari: Nilainya 18 Miliar dari APBD 2024
Menurutnya, kondisi bangunan yang mangkrak sangat disayangkan, mengingat pembangunan fasilitas publik seharusnya direncanakan dan diselesaikan secara tuntas agar dapat dimanfaatkan masyarakat.
Aloysius menegaskan akan menindaklanjuti persoalan tersebut dengan melakukan pengecekan langsung terhadap proyek dimaksud, termasuk berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengetahui kendala yang menyebabkan pembangunan terhenti.
Ia menilai proyek yang tidak diselesaikan sama halnya dengan pemborosan anggaran negara, terlebih jika menggunakan dana publik yang seharusnya bisa dialokasikan untuk kebutuhan pembangunan lain.
“Dibangun lalu tidak selesai, ini sama saja main-main dengan anggaran yang seharusnya bisa digunakan untuk pembangunan lain yang lebih bermanfaat,” tegasnya.
Aloysius berharap ke depan setiap pengalokasian anggaran, khususnya untuk pembangunan infrastruktur publik, dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Setiap anggaran yang dialokasikan harus dipertanggungjawabkan secara terbuka, sehingga tidak ada lagi pembangunan yang mangkrak seperti ini,” tutupnya.