Aksi Protes Pemuda Soal Lapangan Mokole So'u di Watubangga Kolaka, Desak Camat Audiensi ke Pemda
Sitti Nurmalasari March 30, 2026 06:46 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KOLAKA - Aliansi Pemuda Kecamatan Watubangga (APW) di Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), melakukan aksi protes soal pengerjaan proyek penimbunan Lapangan Mokole So'u, Senin (30/3/2026).

Aksi protes ini digelar di depan Kantor Camat Watubangga, Jalan Andi Baso Umar No 99, sambil membakar ban bekas.

Dalam aksi tersebut, mereka mendesak Camat Watubangga, Muhammad Ibnu Munsyir, untuk menjadi fasilitator dengan Pemerintah Daerah dan Dinas Pemuda dan Olahraga Kolaka.

Koordinator APW, Haikal Syam, mengatakan proyek penimbunan Lapangan Mokole So'u yang didanai anggaran daerah senilai hampir setengah miliar rupiah dinilai tidak sesuai standar.

Selain itu, penggunaan material timbunan cenderung berlumpur, serta mengabaikan pengerjaan drainase.

Baca juga: Polisi Kendari Redakan Aksi Blokir Jalan Tahan 100 Truk Tambang Nikel di Puuwatu, Perbatasan Konawe

Mereka khawatir lapangan tersebut, akan gagal fungsi dan justru menjadi rawa di musim hujan, merugikan masyarakat dan menghamburkan keuangan negara.

"Kami tidak akan diam melihat uang rakyat dihambur-hamburkan," tegas Haikal Syam.

Menurutnya, pembangunan sarana publik seharusnya menggunakan kualitas baik, dan pemerintah tingkat kecamatan menolak pekerjaan yang bisa merugikan masyarakat.

Ketua Karang Taruna Watubangga, Rahmad Hidayat, mengatakan pihaknya berharap pemerintah kecamatan bisa memediasi dan menfasilitasi untuk bertemu dengan Kadispora dan Bupati Kolaka.

"Karena kami menganggap masih memiliki camat, guna memastikan nasib pembangunan Lapangan Mokole So’u," ujarnya.

Baca juga: Orangtua Murid SD di Kendari Protes Dugaan Pungutan Uang Keindahan hingga Rapor Kenaikan Kelas

Camat Watubangga, Muhammad Ibnu Munsyir, mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti tuntutan tersebut.

"Kami akan langsung sampaikan kepada Bupati Kolaka terkait poin-poin tuntutan teman-teman," ujarnya.

Selanjutnya, aksi protes diakhiri dengan kesepakatan Koordinator APW dan Camat Watubangga untuk menandatangani surat pernyataan.

Inti suratnya, dalam waktu paling lambat tiga hari kerja, pemerintah kecamatan akan melayangkan surat kepada Bupati Kolaka dan Kadispora untuk audiensi bersama pemuda.

Jika tuntutan dan pernyataan yang telah disepakati tidak dijalankan, maka APW akan melakukan aksi yang lebih besar.

Baca juga: Aksi Emak-emak Pedagang Pasar Wameo Seruduk Disperindag Baubau Tuntut Penurunan Retribusi

Termasuk, menyatakan mosi tidak percaya lagi kepada Pemerintah Kecamatan Watubangga. 

APW berkomitmen terus mengawal integritas pembangunan di wilayah mereka dan memastikan Lapangan Mokole So'u dibangun sesuai standar kemanfaatan dan fungsional yang layak. (*)

(TribunnewsSultra.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.