Konflik di Timur Tengah membuat Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) merugi dari segi pariwisata. Tapi di tengah ketidakpastian, Dubai tetap optimistis untuk bangkit.
Tahun lalu sekitar 1,3 juta wisatawan Inggris mengunjungi Dubai. Dengan jumlah kunjungan itu menjadikan Dubai sebagai destinasi paling populer di Timur Tengah bagi wisatawan Inggris. Namun, sejak 28 Februari, industri pariwisatanya telah runtuh.
Dikutip dari pada Senin (30/3/2026), beberapa jam setelah serangan pertama AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari, Teheran mengirimkan rudal dan drone yang sarat dengan 90 kg bahan peledak yang diklaim mengarah ke infrastruktur ekonomi utama di UEA, termasuk bandara utama dan hotel.
Dubai, yang selama beberapa dekade dianggap sebagai tempat yang aman dan tenang serta menawarkan jaminan sinar matahari dan kemewahan, kini berada dalam daftar larangan kunjungan Kementerian Luar Negeri. Bahkan, untuk penumpang pesawat hanya transit, Dubai tak lagi aman.
Merujuk beberapa peristiwa sebelumnya, ini bukan pertama kalinya masa sulit bagi Dubai. Pengalaman selama Covid-19 menunjukkan bahwa para menteri dengan cepat memberlakukan pembatasan perjalanan tetapi lambat untuk mencabutnya. Namun, pada suatu saat, larangan mengunjungi UEA pasti akan dicabut.
Pertanyaan bagi industri pariwisata Dubai yang sedang terpuruk adalah seberapa cepat industri ini pulih?
Ash Bhardwarj, penulis dan pakar keamanan, mengatakan, melalui podcast perjalanan harian The Independent, bahwa para influencer akan menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan.
"UEA, khususnya Dubai, sangat efektif dalam menggunakan influencer dan kreator konten untuk mempromosikan gaya hidup yang aman, mewah, dan pajak rendah," katanya.
Pesan tersebut sering kali diposisikan sebagai kontras dengan tempat-tempat seperti Inggris, terutama London, untuk menarik talenta dan investasi.
"Mereka yang mempromosikan Dubai memiliki insentif yang kuat untuk terus memperkuat citra tersebut. Ini sedikit seperti Bitcoin: Anda ingin harganya terus naik," kata dia.
"Dampaknya, orang-orang yang mempertimbangkan perjalanan ke sana akan terus melihat pesan-pesan positif di media sosial. Ini bukan hanya tentang penerbangan yang lebih murah atau penawaran hotel, tetapi juga membangun persepsi,"Saya telah melihatnya secara online, terlihat bagus, dan terasa aman". Pengaruh itu mungkin lebih kuat daripada yang diharapkan," kata dia lagi.
Rob Burgess, pendiri situs web frequent flyer Head for Points, percaya bahwa orang-orang akan kembali membanjiri Dubai karena penawaran unik destinasi tersebut.
"Anda mencari destinasi dengan cuaca yang sangat stabil, yang berjarak sekitar enam atau tujuh jam penerbangan dari Inggris, bahkan kurang dari itu dari daratan Eropa. Anda tidak dapat meniru ini," katanya.
Tempat-tempat seperti Seville atau Maroko masih belum bisa menyaingi Dubai dari segi mana pun. Bahkan, cuacanya yang stabil.
"Destinasi yang lebih jauh, seperti Karibia, membutuhkan penerbangan 10-11 jam dan jumlah akomodasinya tidak mencukupi," ujar dia.
Timur Tengah memiliki akomodasi berkualitas tinggi. Sebut saja hotel pantai terbaik ke-20 di Dubai yang masih jauh lebih baik daripada 99,9999 persen hotel pantai di Eropa, murni dari segi fasilitas dan apa yang ditawarkannya.
"Harga standarnya bagus, staf umumnya bagus. Anda tidak bisa meniru itu di Inggris, dan skalanya berarti Anda tidak bisa mendapatkannya dengan pergi ke tempat yang lebih jauh. Jadi pasar akan kembali," ujar dia.
Emirates, maskapai penerbangan raksasa yang masa depannya terkait erat dengan kota pusatnya, saat ini mengoperasikan sekitar 60 persen dari jadwal penerbangannya.
"Sejak pembukaan kembali sebagian wilayah udara UEA, Emirates telah mengoperasikan jadwal penerbangan penumpang yang dikurangi. Pemulihan jaringan bertahap kami menyediakan konektivitas ke dan dari Dubai," kata seorang juru bicara maskapai.
Maskapai ini sekarang melayani penerbangan ke Dubai dari kedelapan pintu masuk di Inggris, bandara London Gatwick, Heathrow, dan Stansted, ditambah Birmingham, Edinburgh, Glasgow, Manchester, dan Newcastle.
"Kami terus memantau situasi, dan akan mengembangkan jadwal operasional kami sesuai dengan itu," kata juru bicara Emirates.
"Kami ingin berterima kasih kepada pelanggan kami atas pengertian dan kesabaran mereka yang berkelanjutan," ujar dia.





