TRIBUNPADANG.COM, PADANG PARIAMAN – Keterlambatan penerbangan IU 905 rute Padang (PDG) menuju Jakarta (CGK) pada Minggu (29/3/2026) menyisakan cerita dari para penumpang.
Salah satunya Rhifky, yang mengaku harus menunggu berjam-jam di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) hingga akhirnya penerbangan ditunda keesokan harinya.
Rhifky mengatakan, awalnya ia dijadwalkan terbang menggunakan maskapai Super Air Jet pada pukul 19.40 WIB. Namun, keberangkatan pertama kali diinformasikan mengalami penundaan menjadi pukul 21.00 WIB.
Ia menyebut, pihak maskapai sempat menyampaikan alasan penundaan karena operasional penerbangan di Bandara Internasional Minangkabau tidak memungkinkan dilakukan di atas pukul 00.00 WIB.
Baca juga: Pemko Padang Serahkan LKPD 2025 ke BPK, Targetkan Opini WTP ke-13 Kali Berturut-turut
Akibat penundaan tersebut, penerbangan kemudian dijadwalkan ulang pada Senin (30/3/2026) pukul 07.00 WIB.
Rhifky juga menyebutkan bahwa keterlambatan tersebut hanya terjadi pada satu penerbangan. Namun, kondisi di bandara sempat dipenuhi penumpang yang menunggu kejelasan keberangkatan.
Terkait kompensasi, ia mengaku awalnya penumpang diberikan uang sebesar Rp300 ribu. Namun hingga sekitar pukul 01.00 WIB, pihak maskapai belum dapat menyediakan fasilitas hotel bagi penumpang.
“Karena tidak dapat hotel, akhirnya kompensasi ditambah menjadi Rp600 ribu,” katanya.
Menurutnya, sebagian penumpang memilih bertahan dan beristirahat di bandara karena tidak mendapatkan penginapan.
Baca juga: 3 ASN Pemprov Sumbar Bolos Kerja Usai Libur Lebaran, Sanksi Potong TPP Menanti
Sementara dirinya memutuskan kembali ke rumah untuk beristirahat sambil menunggu jadwal penerbangan keesokan hari.
Sebelumnya, beredar video yang memperlihatkan ratusan penumpang berkumpul di ruang tunggu keberangkatan dengan kondisi penuh keluhan akibat keterlambatan tersebut.
Menanggapi hal itu, Branch Communication & CSR Department Head InJourney Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau, Feni Lindriany, menjelaskan bahwa penundaan terjadi akibat kendala operasional kru yang memerlukan penanganan lebih lanjut guna memastikan aspek keselamatan penerbangan.
Ia menyebutkan, penerbangan IU 905 awalnya dijadwalkan berangkat pukul 19.40 WIB, kemudian sempat mengalami penyesuaian menjadi pukul 21.00 WIB sebelum akhirnya kembali ditunda.
“Setelah evaluasi operasional secara menyeluruh oleh maskapai, penerbangan dijadwalkan ulang pada pukul 07.00 WIB keesokan harinya dan berhasil diberangkatkan pada pukul 07.42 WIB,” jelasnya.
Baca juga: Siswa Ar Risalah Padang Juara 1 Hafiz Indonesia 2026, Gubernur Sumbar Beri Beasiswa dan Apresiasi
Feni menegaskan, seluruh keputusan penundaan diambil dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan sesuai standar operasional yang berlaku.
Selama masa penundaan, pihak maskapai disebut tetap memberikan layanan kepada penumpang, termasuk penyampaian informasi secara berkala melalui counter check-in dan pengumuman di ruang tunggu.
Selain itu, maskapai juga memberikan kompensasi berupa konsumsi, uang sebesar Rp300 ribu, serta uang inap sesuai ketentuan yang berlaku.
Seluruh penumpang yang terdampak, sebanyak 178 orang, akhirnya diberangkatkan menuju Jakarta menggunakan penerbangan IU 905 pada Senin pagi.
Pihak maskapai juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada penumpang serta berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.(*)