Rasa Optimis Tumbuh, Jay Idzes Percaya Timnas Indonesia Berkembang di Tangan John Herdman
Muhammad Nursina Rasyidin March 31, 2026 02:57 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - FIFA Series menjadi awal dari langkah Timnas Indonesia di bawah asuhan John Herdman yang ditunjuk sebagai pelatih skuad Garuda oleh PSSI pada Januari lalu.

Satu kemenangan melawan tim yang duduk di atas peringkat 150 ranking FIFA, Saint Kitts and Nevis (4-0), dan satu kekalahan dari tim peringkat 85, Bulgaria (1-0) menjadi warna dari penampilan Jad Idzes dan kolega di bawah komando pelatih asal Inggris tersebut.

Laga final melawan Bulgaria memang tidak berpihak kepada Timnas Indonesia, tetapi secara permainan ada perubahan yang ditunjukkan skuad Garuda.

Berbekal materi pemain abroad di Eropa dan ASEAN, John mencoba menyingkronkan tradisi demi terciptanya harmonisasi dalam permainan.

Perkembangan pun terlihat dari laga pertama ke laga kedua. Apalagi saat melawan tim Eropa yang dengan karakter permainan yang lugas, disiplin, kuat, dan terorganisir.

Tapi Timnas Indonesia mampu mengimbangi, menguasai penguasaan bola, menciptakan peluang, hingga nyaris mencetak gol seandainya dua peluang tidak mengenai mistar gawang dari Ole Romeny dan Rizky Ridho.

Timnas Indonesia hanya kurang beruntung, saat sapuan Kevin Diks di kotak penalti yang berhasil mengenai bola terlebih dahulu tetapi mengenai kaki pemain lawan dari gerakan berikutnya.

FIFA SERIES 2026 - Pesepak bola Timnas Indonesia Calvin Verdonk berebut bola dengan pesepak bola Bulgaria Filip Krastev saat laga final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Selatan, Senin (30/3/2026). Indonesia harus menerima kekalahan pada laga tersebut dengan skor 1-0 sehingga membuat Indonesia meraih juara kedua pada FIFA Series 2026. Tribunnews/Jeprima
FIFA SERIES 2026 - Pesepak bola Timnas Indonesia Calvin Verdonk berebut bola dengan pesepak bola Bulgaria Filip Krastev saat laga final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Selatan, Senin (30/3/2026). Indonesia harus menerima kekalahan pada laga tersebut dengan skor 1-0 sehingga membuat Indonesia meraih juara kedua pada FIFA Series 2026. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/Jeprima)

Oleh karena itu, wasit menilai adanya pelanggaran yang dilakukan Diks setelah meninjau VAR dan memberikan penalti kepada Bulgaria.

Bagi kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes menilai para pemain telah mencoba dan memberikan yang terbaik di lapangan dari singkatnya masa adaptasi tim.

Apa yang menjadi kekurangan dan kelemahan di laga pertama diperbaiki pada laga kedua.

Tempo dalam 15 menit awal yang sempat disoroti oleh John Herdman pun tampak berubah pada laga ini.

Timnas Indonesia bermain lebih tenang dan sabar. Menunggu momentum untuk mencapai final third, berkreasi dengan transisi, dan pressing terhadap lawan.

Ya memang, para pemain tidak banyak mendapatkan banyak waktu untuk beradaptasi pada periode ini.

Gerbong pemain abroad yakni Jay Idzes, Calvin Verdonk, Justin Hubner, Nathan Tjoe, hingga Kevin Diks datang H-2 sebelum pertandingan pertama.

Sementara di sesi latihan perdana, para pemain Timnas Indonesia belum lengkap.

Tapi perlu diketahui, masa adaptasi skuad Garuda sudah dilakukan John jauh-jauh hari sejak ia ditunjuk sebagai pelatih.

Mulai dari menghubungi pemain, melakukan pendekatan dengan kunjungan dan pantauan langsung, hingga berbagai upaya presentasi yang dilakukan melalui daring.

Semuanya dilakukan demi persiapan, adaptasi, dan membangun chemistry.

"Saya rasa kami bekerja dengan cara yang sangat baik dalam pertandingan ini (melawan Bulgaria)," ucap Jay Idzes usai laga.

"Kami memiliki pelatih dan staf baru, yang sudah Anda lihat pengaruhnya sejak awal laga."

"Kami mencoba menerapkan hal-hal baru, dan sekarang kami hanya menatap ke depan untuk perkembangan tim," sambungnya.

Meskipun belum menjadi pemenang dalam turnamen ini, Jay menilai langkah Timnas Indonesia di era John Herdman sudah cukup baik, dan ia optimis skuad Garuda bisa lebih baik dan tambah baik lagi ke depannya.

"Kami memang tidak menang, tetapi ini adalah langkah awal yang bagus dalam perjalanan baru kami," bebernya.

"Saya bangga pada para pemain karena kami sudah berusaha sebaik mungkin, meski dalam waktu yang singkat," tambahnya.

Rencana besar John Herdman jelas menatap Piala Asia yang akan berlangsung di Arab Saudi pada awal tahun 2027.

Masih ada waktu sembilan bulan lebih bagi John mempersiapkan skuad Garuda. Dan dari presentasinya sebelum melawan Saint Kitts and Nevis, semua sudah dipaparkan dan memiliki andil di setiap momennya.

Hal itu akan berlaku kepada pemain muda, pemain lokal, dan pemain abroad.

Jika dalam periode ini fokusnya untuk mengetahui karakter pemain abroad Timnas Indonesia, pada gelaran selanjutanya di Piala AFF John akan berupaya dengan talenta lokal.

Hal itu tergambar dari daftar 41 pemain sementara yang dirilis John Herdman, yang di mana bertebaran pemain-pemain muda dan dari kompetisi lokal.

Yaitu Victor Dethan, Hokky Caraka, Jens Raven, dan lainnya.

Hasil dari FIFA Series diharapkan bisa menjadi media pembelajaran bagi skuad Garuda agar terus berkembang dari masa ke masa. Dan mereka yang mampu beradaptasi dengan cepat dan bersaing akan mendapatkan ganjaran yang setimpal untuk masuk dalam line-up Timnas Indonesia di Piala Asia 2027. Karena John akan menilai dari setiap rangkaian yang dijalani Timnas Indonesia.

(Tribunnews.com/Sina)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.