Nova.id -Memasuki akhir Maret 2026, harga bahan bakar minyak (BBM) di berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Indonesia kembali mengalami penyesuaian.
Perubahan ini mencakup sejumlah jenis BBM dari berbagai penyedia, mulai dari Pertamina, Shell, BP-AKR, hingga Vivo.
Penyesuaian harga BBM ini umumnya dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta kebijakan masing-masing perusahaan energi.
Lalu, bagaimana rincian harga BBM terbaru per 31 Maret 2026?
- Pertalite: sekitar Rp10.000 per liter
- Pertamax: sekitar Rp13.900 per liter
- Pertamax Turbo: sekitar Rp15.200 per liter
- Dexlite: sekitar Rp14.300 per liter
- Pertamina Dex: sekitar Rp15.800 per liter
Harga dapat sedikit berbeda di tiap daerah karena faktor distribusi dan pajak daerah.
Shell juga terus bersaing di pasar BBM non-subsidi dengan menawarkan bahan bakar berkualitas tinggi. Berikut daftar harga terbarunya:
- Shell Super: sekitar Rp14.000 per liter
- Shell V-Power: sekitar Rp15.300 per liter
- Shell V-Power Nitro+: sekitar Rp15.600 per liter
- Shell V-Power Diesel: sekitar Rp15.700 per liter
SPBU BP-AKR yang banyak tersebar di kota besar juga melakukan penyesuaian harga. Berikut rinciannya:
- BP 92: sekitar Rp13.800 per liter
- BP Ultimate: sekitar Rp15.200 per liter
- BP Diesel: sekitar Rp15.400 per liter
Vivo menjadi alternatif lain bagi konsumen yang mencari BBM non-subsidi dengan harga kompetitif. Berikut daftar harganya:
- Revvo 90: sekitar Rp13.700 per liter
- Revvo 92: sekitar Rp13.900 per liter
- Revvo 95: sekitar Rp15.200 per liter
Harga BBM di Indonesia tidak bersifat statis. Ada beberapa faktor utama yang memengaruhi naik-turunnya harga, di antaranya:
1. Harga minyak mentah dunia (crude oil)
2. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
3. Biaya distribusi dan logistik
4. Kebijakan pemerintah dan badan usaha.
Kombinasi faktor-faktor ini membuat harga BBM bisa berubah sewaktu-waktu, bahkan dalam periode yang relatif singkat.