TRIBUNJABAR.ID - Berikut inilah cara menghemat BBM untuk kendaraan.
Isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) ramai jadi perbincangan. Hal ini karena dampak meningkatnya konflik geopolitik di Timur Tengah perang Israel-AS dan Iran.
Akibat konflik tersebut Iran menutup Selat Hormuz yang merupakan jalur distribusi energi dunia atau jalur utama keluar-masuk kapal tanker pembawa minyak mentah dunia.
Hal ini kemudian menyebabkan pasokan yang seharusnya didistribusikan ke negara-negara terhambat dan bisa menyebabkan kelangkaan.
Karena isu tersebut membuat masyarakat resah, bahkan dalam waktu yang dekat akan terjadi kenaikan harga BBM.
Di Jawa Barat per hari ini harga BBM masih relatif setabil meski terjadi kenaikan harga yang tak signifikan. Seperti harga Pertamax sebelumnya Rp11.800 naik Rp500 menjadi Rp12.300 per liter.
Sementara itu, harga BBM subsidi seperti pertalite dan solar masih dibanderol Rp10.000 dan Rp 6.800.
Maka dari itu, masyarakat harus mulai mencari cara menghemat BBM untuk kendaraan.
Baca juga: Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini Selasa 31 Maret 2026 Se-Indonesia, Pertamax hingga Pertalite
Perlu diketahui, menghemat BBM bukan sekadar menjaga isi dompet, tetapi juga tentang memperpanjang pemakaian komponen kendaraan.
Berikut ini 5 Cara Menghemat BBM kendaraan yang bisa kamu lakukan.
1. Mengemudi Halus (Eco-Driving)
Saat ini biasanya mobil-mobil terbaru sudah dilengkapi fitur Eco-Driving.
Bagi kendaraan biasa, metode Eco-Driving juga bisa digunakan dengan cara mengoperasikan pedal gas dan rem yang baik.
Hal ini bisa memengaruhi efisiensi menghindari akselerasi agar mesin menyedot bensin lebih banyak, menjaga kecepatan konstan dan bisa memanfaatkan engine brake (biarkan mobil melambat secara alami daripada mengerem mendadak).
2. Kondisi Ban
Ban yang kurang angin menciptakan hambatan gulir (rolling resistance) yang lebih besar.
Disarankan tekanan ban sesuai dengan standar pabrikan (biasanya tertera di pilar pintu pengemudi). Ban yang kempis bisa membuat konsumsi BBM lebih boros hingga 5–10 persen.
3. Aerodinamika
Semakin berat beban kendaraan, semakin keras mesin bekerja.
Oleh karena itu, jangan jadikan bagasi sebagai gudang. Setiap beban tambahan 50 kg dapat meningkatkan konsumsi BBM sekitar 1–2 persen .
Tutup jendela saat kecepatan tinggi karena bisa mengurangi hambatan angin, sehingga mobil melaju lebih ringan.
4. Penggunaan AC yang Bijak
Kompresor AC mengambil tenaga dari mesin sehingga bisa bekerja lebih keras.
Oleh karena itu penggunaan AC juga bisa dilakukan untuk menghemat BBM.
Atur suhu ideal, kangan menyetel AC pada suhu paling dingin secara terus-menerus. Suhu kabin biasanya cukup nyaman di rentang 23–25°C dan lebih hemat energi.
Supaya tidak membuat mesin panas, parkirkan kendaraan di tempat teduh. Ini membantu kabin tetap sejuk sehingga AC tidak perlu bekerja ekstra keras saat mobil dinyalakan kembali.
Baca juga: Pakar Migas Sarankan Diversifikasi Energi Hadapi Kenaikan Harga BBM
5. Perawatan Rutin Mesin
Mesin yang sehat juga menjadi kunci efisiensi atau menghemat BBM.
Seperti ganti oli secara berkala, karena oli yang bersih melumasi mesin dengan sempurna, mengurangi gesekan yang menghambat kerja piston.
Selain oli, disarankan membersihkan filter udara yang tersumbat debu membuat pasokan udara ke ruang bakar berkurang, sehingga pembakaran menjadi tidak sempurna dan boros bensin.
Dikutip dari Kompas.com, seorang pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan secara umum, penghematan BBM dipengaruhi oleh gaya mengemudi, kondisi kendaraan, beban, dan rute perjalanan.
“Gaya mengemudi menjadi faktor paling dominan dalam menentukan boros atau tidaknya bahan bakar, selanjutnya adalah performa kendaraan, maka dari itu penting perawatan berkala,” ujar Imun.
6. Gunakan BBM yang Sesuai
Menggunakan BBM dengan angka oktan (RON) yang direkomendasikan pabrikan.
Menggunakan BBM dengan oktan yang terlalu rendah dari spesifikasi mesin dapat menyebabkan knocking (ngelitik), yang justru membuat mobil kehilangan tenaga dan boros bahan bakar.
7. BBM Alternatif
Seiring dengan upaya menekan emisi karbon dan menghemat penggunaan energi fosil, saat ini telah berkembang berbagai jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) alternatif yang dapat digunakan oleh kendaraan.
Berikut adalah beberapa jenis bahan bakar alternatif yang paling umum dan mulai diterapkan di Indonesia, di antaranya: