Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mencatat tingkat ketepatan waktu atau On Time Performance (OTP) keberangkatan kereta selama masa Angkutan Lebaran 2026 mencapai 99,44 persen, sementara ketepatan waktu kedatangan sebesar 98,08 persen.

"Capaian ini menunjukkan operasional perjalanan kereta api dapat tetap terjaga secara optimal meskipun frekuensi perjalanan dan volume penumpang mengalami peningkatan signifikan," kata Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Dia menyampaikan secara kumulatif, selama periode 11-30 Maret 2026, KAI Daop 1 Jakarta mengoperasikan sebanyak 2.016 perjalanan kereta api, yang terdiri dari 1.796 perjalanan KA jarak jauh dan 220 perjalanan KA perkotaan.

Hingga 31 Maret 2026, jumlah penumpang yang diberangkatkan dari wilayah Daop 1 Jakarta mencapai 904.917 pelanggan, dengan tingkat okupansi rata-rata sebesar 85 persen dari total kapasitas 1.083.674 tempat duduk yang disediakan.

Pada periode arus balik, secara kumulatif, jumlah penumpang yang tiba pada 23 Maret hingga 1 April 2026 mencapai 510.609 orang (data dinamis), dengan puncak kedatangan terjadi pada 25 Maret 2026 sebanyak 53.406 penumpang.

Sementara pada Selasa, volume kedatangan tercatat sebanyak 48.535 penumpang, sedangkan keberangkatan mencapai 19.499 penumpang.

Franoto memastikan layanan Angkutan Lebaran 2026 tetap berjalan andal hingga mendekati akhir masa operasional.

Berbagai upaya telah dilakukan secara konsisten sejak awal periode Angkutan Lebaran 2026, mulai dari penguatan aspek operasional, peningkatan pelayanan, hingga optimalisasi sumber daya guna mendukung kelancaran perjalanan kereta api di tengah tingginya mobilitas masyarakat.

Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen KAI dalam menghadirkan transportasi publik yang selamat, aman, nyaman, dan tepat waktu, khususnya pada periode Angkutan Lebaran yang merupakan momen penting bagi masyarakat.

"Dengan sisa masa Angkutan Lebaran yang tinggal satu hari, KAI Daop 1 Jakarta memastikan seluruh layanan tetap berjalan optimal hingga akhir periode," tegas Franoto.