Iran Siap 'Bakar' Pasukan Amerika Serikat Jika Berani Masuk Via Darat ke Teheran: Kami Tunggu
Galuh Palupi March 31, 2026 03:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengungkap rasa tidak percayanya pada keinginan Amerika Serikat untuk menggelar negosiasi.

Ghalibaf menganggap upaya negosiasi itu hanyalah akal-akalan Amerika untuk menutupi maksud sebenarnya Washington.

Ghalibaf memperingatkan, pasukan Iran telah bersiaga penuh untuk menghadapi kemungkinan masuknya pasukan infanteri Amerika ke wilayah mereka. 

"Orang-orang kami sedang menunggu kedatangan tentara Amerika di darat untuk membakar mereka dan menghukum sekutu regional mereka sekali dan untuk selamanya," tambahnya. 

PERANG MEMBESAR - Kobaran api dari ledakan yang menghantam sebuah depot bahan bakar minyak di Teheran, Iran, Sabtu (7/3/2026) malam. Iran membalas lewat rudal yang diluncurkan IRGC dan menyasar kilang minyak Haifa, menandakan perluasan perang yang tidak hanya menargetkan sasaran militer tetapi juga fasilitas energi. (Tribunnews.com/Tangkap Layar/Khaberni)

Kekhawatiran Iran bukan tanpa alasan. Kementerian Pertahanan AS alias Pentagon dilaporkan telah menyiapkan rencana operasi darat selama berminggu-minggu, termasuk potensi serangan ke lokasi-lokasi di dekat Selat Hormuz. 

Baca juga: Iran Kecam Serangan Israel yang Menargetkan Pasukan Perdamaian RI: Tindakan Tragis dan Ilegal

Selain itu, kapal serbu amfibi USS Tripoli yang membawa 3.500 Marinir telah tiba di Timur Tengah pada Jumat lalu. 

Di lapangan, situasi kian memanas setelah fasilitas listrik Iran menjadi sasaran serangan udara pada Senin malam. 

Hal ini menyebabkan pemadaman listrik massal di Teheran, wilayah sekitarnya, serta Provinsi Alborz. 

Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan balasan ke Kuwait dan Arab Saudi. 

Di Kuwait, serangan terhadap stasiun pembangkit listrik dan desalinasi air menewaskan seorang pekerja asal India.  

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengeklaim berhasil mencegat lima rudal balistik yang menyasar wilayah mereka.

Korban jiwa terus berjatuhan

SERANGAN RUDAL- Serangan rudal Iran memborbardi Israel, kali ini sasarannya adalah Israel Selatan. Pukul 10.05 WIB dilaporkan bahwa serangan rudal menghantam Beersheba, Israel Selatan. Menyebabkan kebakaran beberapa unit kendaraan yang terparkir di luar gedung, gumpalan asap hitam tebal di lokasi serangan rudal Iran di Israel.
SERANGAN RUDAL- Serangan rudal Iran memborbardi Israel, kali ini sasarannya adalah Israel Selatan. Pukul 10.05 WIB dilaporkan bahwa serangan rudal menghantam Beersheba, Israel Selatan. Menyebabkan kebakaran beberapa unit kendaraan yang terparkir di luar gedung, gumpalan asap hitam tebal di lokasi serangan rudal Iran di Israel. (Twitter atau X/@Mdais)

Konflik yang meluas ini telah menelan ribuan korban jiwa di berbagai sisi. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan 1.238 orang tewas sejak 2 Maret, termasuk 124 anak-anak. 

Di Iran, Lembaga Human Rights Activists News Agency (HRANA) mencatat sedikitnya 3.461 orang tewas, dengan 1.551 di antaranya adalah warga sipil. 

Baca juga: DPR Desak Prabowo Lobi Langsung Iran Demi Selamatkan Kapal Pertamina: Presiden Harus Turun Tangan

Sementara itu, 19 warga sipil tewas di pihak Israel, sementara otoritas negara-negara Teluk dan Komando Pusat AS melaporkan 38 kematian, termasuk 7 personel militer AS di Kuwait dan Arab Saudi.

Saat ini, Pakistan berupaya mengambil peran sebagai mediator untuk menjembatani pembicaraan damai, memanfaatkan hubungan baik mereka dengan Teheran, negara-negara Teluk, dan Trump. 

"Pakistan sangat senang karena Iran dan AS telah menyatakan kepercayaan mereka kepada Pakistan untuk memfasilitasi pembicaraan tersebut," ujar Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar. (Tribun Trends/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.