Isu BBM Akan Naik! Tak Ada Antrean Panjang di SPBU Tasikmalaya, Pertamina Minta Warga Tidak Panik
Dedy Herdiana March 31, 2026 05:35 PM

 

Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 

TRIBUNPRIANGAN.COM, KABUPATEN TASIKMALAYA - Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat memastikan stok BBM tetap aman dan mencukupi, sekaligus menegaskan isu kenaikan harga BBM yang beredar di masyarakat tidak benar, di tengah kondisi SPBU Tasikmalaya yang terpantau normal tanpa antrean maupun kepanikan.

Pantauan TribunPriangan.com di lokasi beberapa SPBU di wilayah Tasikmalaya seperti di SPBU jalan Dozer hingga SPBU Padakembang tidak ada antrean yang signifikan terkait adanya isu kenaikan BBM.

Bahkan para pengguna BBM jenis Pertalite maupun Pertamax tetap tidak ada kepanikan khususnya di wilayah Kota maupun Kabupaten Tasikmalaya.

Seorang pengendara sepeda motor asal Sukarame Fajri Setiadi (26) mengaku, soal kenaikan pastinya cukup berat tapi sampai saat ini belum ada dan harga pun masih sama.

"Saya sehari-hari menggunakan motor untuk kerja. Ya, saya biasa menggunakan Pertalite, kalau dipindah ke Pertamax harganya lebih besar (mahal)," kata Fajri dikonfirmasi TribunPriangan.com.

Baca juga: Pertamina Pastikan Stok BBM Wilayah Priangan Timur Aman di Tengah Konflik Perang Iran vs AS+Israel

Menanggapi hal ini Sales Brand Manajer Pertamina Tasikmalaya Pangandaran menegaskan, isu kenaikan harga BBM tidak ada dan stok khusus Priangan Timur masih aman.

"Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan. Meskipun Pertamina mendukung imbauan Pemerintah untuk menggunakan energi secara bijak," ungkap Sales Brand Manajer Pertamina Tasikmalaya Pangandaran Faisal Fahd dikonfirmasi TribunPriangan.com, Selasa (31/3/2026).

Ia juga memastikan, bahwa stok BBM aman dan terjaga mencukupi energi untuk masyarakat.

Bahkan, masyarakat diimbau untuk tidak panic buying dan menggunakan BBM sesuai kebutuhannya.

"Yang pasti soal BBM tidak ada kenaikan, jadi masyarakat tak harus panic buying," jelasnya.

Untuk diketahui munculnya isu harga BBM akan naik dipcu konflik Timur Tengah yang hingga kini masih belum berakhir.

Perang Iran vs Amerika Serikat dan Israel ini bisa memengaruhi BBM di Indonesia, walau jaraknya jauh.

Alasannya Iran yang berada di Timur Tengah merupakan kawasan penghasil minyak besar. Perang Iran, Israel, atau melibatkan United States, akan membuat pasar khawatir pasokan minyak terganggu.

Selain itu Iran sekarang sudah menutup jalur kapal di Selat Hormuz. Otomatis banyak tanker minyak lewat Strait of Hormuz, jalur yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak global. Gangguan jalur ini akan membuat pasokan minyak dunia berkurang.

Karena pasokan minyak terancam, harga minyak global seperti Brent Crude Oil biasanya langsung naik di pasar internasional.

Indonesia hingga saat ini masih impor minyak dan BBM melalui Pertamina. Jika harga minyak dunia naik, maka biaya impor ikut naik. Dampaknya ke BBM di Indonesia ada dua kemungkinan. Pertama, BBM non-subsidi bisa naik mengikuti harga pasar. Kedua, BBM subsidi tetap, tapi subsidi pemerintah membengkak. (*)

 

 



 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.