Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Penataan kawasan Pasar Gadang mulai dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dengan membongkar lapak pedagang yang berada di badan jalan.
Rencananya, pembongkaran akan dilakukan besok, Rabu (1/4/2026).
Baca juga: Mengairi Ribuan Hektar Sawah, Talud Bendungan di Madiun Ambrol Tak Kuat Menahan Arus Air
Sebanyak 1.200 lapak akan dibongkar secara bertahap mulai awal April 2026.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi mengatakan, pembongkaran dilakukan setelah pembangunan tempat relokasi selesai.
"Pembangunan tempat relokasi sudah selesai. Mulai besok kita lakukan pembongkaran lapak-lapak yang tidak digunakan, khususnya yang berada di badan jalan," ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Lapak yang dibongkar berada di sisi kanan jalan yang selama ini dinilai mengganggu akses lalu lintas.
Pedagang akan menempati lokasi relokasi di belakang pasar.
"Yang dibongkar itu yang di pinggir jalan, yang memakan badan jalan," jelasnya.
Ia menambahkan, pembongkaran ini juga direncanakan akan dihadiri langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, sebagai bentuk komitmen penataan kawasan pasar.
Seiring pembongkaran, para pedagang mulai dipindahkan secara bertahap ke lokasi relokasi yang telah disiapkan di bagian belakang pasar.
Lokasi tersebut bersifat permanen dan diharapkan mampu menampung seluruh pedagang.
"Pedagang secara bertahap sudah mulai menempati tempat relokasinya di belakang. Itu permanen," kata Eko.
Setelah pembongkaran, area bekas lapak akan dimanfaatkan untuk pembangunan jalan.
Gunanya memperlancar akses lalu lintas dan mobilitas masyarakat di sekitar pasar.
Pemkot Malang berharap penataan ini dapat meningkatkan kenyamanan, ketertiban, serta mendukung kelancaran aktivitas ekonomi di kawasan Pasar Gadang.
"Semoga semua proses berjalan lancar," pungkasnya.
Pemerintah Kota Malang melalui Dinas PUPRPKP akan melakukan pembangunan jalan di kawasan Pasar Gadang dengan konstruksi cor beton.
Proyek ini diprioritaskan untuk meningkatkan ketahanan jalan, terutama terhadap genangan air.
Kepala Dinas PUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menjelaskan bahwa metode yang digunakan bukan aspal, melainkan cor beton dengan material semen, batu, dan pasir.
"Jalannya nanti dicor beton, bukan diaspal. Kalau aspal nanti kalah dengan air," ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Baca juga: KAI Daop 8 Surabaya Amankan 233 Barang Hilang Penumpang selama Lebaran 2026, Nilainya Rp138 Juta
Ia menyebutkan, tahapan awal proyek dimulai dari proses pengadaan.
Mekanisme yang digunakan melalui e-katalog, sehingga proses penentuan penyedia diperkirakan memakan waktu sekitar dua hingga tiga minggu.
Namun, pelaksanaan konstruksi masih menunggu kepastian relokasi aktivitas pasar.
"Pekerjaan baru bisa dimulai setelah pasar dipastikan pindah. Jadi itu yang menjadi penentu waktunya," jelasnya.
Untuk proyek ini, Pemkot Malang mengalokasikan anggaran sebesar Rp14,9 miliar dan ditargetkan dikerjakan pada tahun 2026.