Di Tengah Isu Naiknya Harga BBM, Stok BBM di Bandung hingga Sulawesi Dipastikan Aman
Nanda Lusiana Saputri March 31, 2026 04:35 PM

TRIBUNNEWS.COM - Di tengah isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Pemerintah dan Pertamina memastikan ketersediaan stok BBM di sejumlah daerah tetap aman.

Kabar kenaikan harga BBM akhir-akhir ini, memang tengah menjadi perbincangan publik. Apalagi saat terjadi lonjakan harga minyak dunia yang dipicu konflik geopolitik di Timur Tengah. 

Bahkan, sejumlah negara tetangga Indonesia seperti Thailand, Filipina, dan Australia turut menaikkan harga BBM.

Di Tanah Air, sampai saat ini harga BBM belum mengalami kenaikan. 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan Presiden Prabowo Subianto sangat mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat kelas bawah sebelum mengambil keputusan.

Oleh karena itu, Bahlil meminta masyarakat memercayakan keputusan tersebut, kepada kepala negara. 

Pihak PT Pertamina (Persero) juga memastikan, belum mengumumkan secara resmi harga BBM per 1 April 2026. Jadi, mengenai kabar naiknya harga BBM ini tidaklah benar. 

Menyusul isu naiknya harga BBM, Pemerintah juga memastikan pasokan BBM di sejumlah wilayah aman. Masyarakat diimbau tak perlu khawatir atau sampai panic buying

Baca juga: Kenaikan BBM Non Subsidi: Kebijakan Pahit Demi Menyelematkan Jantung APBN

Stok BBM di Bandung hingga Sulawesi Aman

1. Stok BBM di Bandung Aman

Untuk stok BBM di Kota Bandung, Jawa Barat, dipastikan aman. 

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan pun mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan agar distribusi energi tetap terkendali, Senin (30/3/2026).

ANTREAN BBM - Antrean kendaraan warga terlihat di SPBU Simpang Yarsi Bukittinggi, Sumatera Barat, pada Selasa (31/3/2026) pagi sekitar pukul 06.45 WIB.
ANTREAN BBM - Antrean kendaraan warga terlihat di SPBU Simpang Yarsi Bukittinggi, Sumatera Barat, pada Selasa (31/3/2026) pagi sekitar pukul 06.45 WIB. (Tribunnews.com/Dodi Esvandi)

Farhan menegaskan, pemerintah pusat telah menjamin harga bahan bakar minyak dan bahan bakar gas bersubsidi tak mengalami kenaikan dalam waktu dekat.

“Secara umum kita masih dalam kondisi optimis. Suplai BBM dan BBG untuk kebutuhan industri maupun rumah tangga terjaga."

"Jaminan dari Menteri Keuangan ini membuat kita semua lebih tenang, tidak perlu deg-degan,” kata Farhan, dilansir jabarprov.go.id.

Farhan lantas mengingatkan, agar masyarakat tidak melakukan panic buying agar stok bahan bakar tetap tersedia merata bagi seluruh warga.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Bandung menyiapkan solusi energi jangka panjang melalui pengembangan pembangkit listrik tenaga sampah di kawasan Bandung Raya.

Kemudian, Farhan menyampaikan, pemerintah tengah menunggu petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis dari pemerintah pusat terkait rencana sistem kerja fleksibel bagi aparatur sipil negara. 

2. Stok BBM di Jawa Tengah 

Beberapa waktu lalu, Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, menegaskan stok BBM di wilayahnya sudah mencukupi hingga Lebaran. 

Hal tersebut, diketahui setelah pihaknya melakukan pemeriksaan ke sejumlah titik SPBU dan rapat dengan Pertamina.

Ahmad Luthfi pun mengatakan, stok BBM ini, dapat mencukupi untuk dua bulan ke depan, sejak disampaikan pada awal Maret 2026 lalu. 

"Pekan kemarin, Gus Yasin (Wagub Jateng)  sudah ngecek di lapangan, kemudian hari ini (Senin, 9 Maret) dari  perwakilan Pertamina juga menyampaikan stok cukup untuk 2 bulan ke depan," jelasnya, dilansir TribunBanyumas.com. 

Hal senada juga disampaikan Area Manager Communication, Relation and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah-DIY, Taufik Kurniawan.

Taufik memastikan stok BBM aman. Ia mengatakan, pihaknya telah menjaga stok BBM hingga 15 sampai 20 kali lipat dari konsumsi harian di Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Kami jaga stok BBM itu di level 15 sampai 20 kali lipat konsumsi normal setiap harinya. Jadi, dalam 1 hari ada lonjakan konsumsi sampai dengan 15 kali-20 kali lipat pun kami masih sanggup mengatasi," ucapnya di Gedung Grahadika Bhakti Praja, Kota Semarang, Senin (9/3/2026).

Baca juga: Harga BBM Non-subsidi Berpotensi Naik, Ekonom: Kalau Bisa Naiknya Jangan Lebih dari Rp 2.000/Liter

Di sisi lain, Pertamina menjaga agar tidak terjadi panic buying yaitu perilaku konsumen membeli BBM dalam jumlah yang jauh lebih banyak dari biasanya secara mendadak di tengah masyarakat akibat isu kelangkaan BBM.

Taufik menjelaskan, pihaknya bekerjasama dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menjaga agar tidak terjadi panic buying.

"Wilayah Jateng aman tidak ada yang panic buying. Alhamdulillah berkat dukungan dari forkopimda baik di level provinsi maupun kota kabupaten," jelasnya.

3. Stok BBM di Sulsel Aman

Kondisi serupa juga terjadi di Sulawesi. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan, pasokan BBM masih aman.

Sales Branch Manager Sulsel II Fuel, Muhammad Ridho Hasbullah, menyebut pasokan cukup untuk kebutuhan harian.

“Stok BBM subsidi dan non-subsidi masih mencukupi,” jelasnya.

Pertamina pun mengimbau masyarakat tetap membeli di SPBU resmi dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

Dikutip dari Tribun-Timur.com, harga BBM di sejumlah SPBU di Makassar, Sulawesi Selatan terpantau belum berubah.

Pertamax Turbo dijual Rp13.350 per liter, sedangkan Pertamax Rp12.600 per liter, dan Pertalite Rp10.000 per liter.

4. Pemerintah Jamin Ketersediaan BBM di Kalimantan 

Pemerintah juga menjamin ketersediaan dan distribusi BBM terjaga hingga wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Salah satunya, melalui program BBM Satu Harga di Kalimantan Utara (Kaltara). 

Upaya untuk memenuhi kebutuhan BBM masyarakat di wilayah 3T dilakukan menggunakan berbagai jenis transportasi (multimoda), mulai dari angkutan darat, laut, hingga udara.

Selain itu, Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan energi di Kalimantan dalam kondisi aman.

Pertamina pun terus melakukan pemantauan intensif hingga awal April mendatang guna mengantisipasi lonjakan konsumsi masyarakat.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga, Edy Mangun, mengatakan monitoring dilakukan ketat guna memastikan ketersediaan BBM dan LPG tetap aman, terutama di tengah meningkatnya mobilitas selama arus balik.

Dikutip dari bphmigas.go.id, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan juga memastikan keandalan infrastruktur distribusi energi, mulai dari terminal BBM hingga jalur distribusi ke berbagai daerah.

(Tribunnews.com/Suci Bangun DS, TribunBanyumas.com/Iwan Arifianto, Surya.co.id/Sri Handi L, TribunKaltim.co/Siti Zubaidah, Tribun-Timur.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.