TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah menggelar kegiatan penguatan dan pembinaan mental bagi seluruh pegawai sebagai upaya membentuk aparatur yang berintegritas, disiplin, dan beretika dalam menjalankan tugasnya, Selasa (31/3/2026), di Aula Kresna Basudewa.
Penguatan dan pembinaan mental merupakan langkah strategis untuk menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual, sehingga pegawai tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki ketahanan mental dalam menghadapi tekanan serta dinamika pekerjaan.
Hal ini dinilai penting guna menciptakan lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Jawa Tengah, Heni Susila Wardoyo, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya penguatan mental dari sisi motivasi dan keseimbangan hidup.
“Kami perlu incharge dari aspek yang bersifat motivasi. Jangan sampai kita bingung karena hidup hanya digunakan untuk bekerja saja. Mohon pencerahannya agar kita memiliki kemantapan dalam menjalani kehidupan ini, sehingga dapat menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Kegiatan ini menghadirkan Guru Besar UIN Walisongo, Prof. Ali Murtadho, yang memberikan tausiah terkait makna spiritual pasca-Ramadan.
Dalam penyampaiannya, Prof. Ali menjelaskan bahwa halal bihalal bukan merupakan ibadah yang bersifat langsung kepada Allah SWT, sehingga dapat dilaksanakan kapan saja.
“Ini menjadi pelengkap setelah kita menyelesaikan ibadah di bulan Ramadan. Idulfitri sendiri dapat dimaknai sebagai kembali kepada kesucian,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya sikap reflektif dalam menjalani kehidupan.
“Kita harus sawang sinawang terhadap kehidupan masing-masing. Semakin besar tanggung jawab seseorang, maka semakin besar pula beban yang harus diemban,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pegawai Kanwil Kemenkum Jawa Tengah dapat memperkuat mental dan spiritual, sehingga mampu menjaga profesionalisme, meningkatkan kinerja, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Penguatan dan pembinaan mental pegawai memiliki peran penting dalam membentuk aparatur yang tidak hanya cakap dalam bekerja, tetapi juga berintegritas dan beretika.
Dengan mental yang kuat, pegawai diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan serta berkontribusi dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas.
Turut hadir pada kesempatan itu Kadiv Pelayanan Hukum, Tjasdirin, Kadiv Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum, Delmawati, Kepala Bapelkum Semarang, Rinto Gunawan Sitorus, Kepala BHP Semarang, Oryza, serta perwakilan dari Kanwil Kementerian HAM Jawa Tengah. (***)