Kronologi Gugurnya Sertu Ichwan di Lebanon Terungkap, Kena Ranjau Saat Evakuasi Korban Lain
muh radlis March 31, 2026 05:14 PM

 

TRIBUNJATENG.COM, MAGELANG - Kronologi gugurnya prajurit TNI, Sertu Muhammad Nur Ichwan, saat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon mulai terungkap.

Ia dilaporkan meninggal dunia ketika menjalankan tugas kemanusiaan dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Informasi tersebut disampaikan oleh sang istri, Hanadita Anjani, yang menerima penjelasan dari satuan suaminya di Kesehatan Komando Daerah Militer IX/Udayana.

Rumah duka Sertu Muhammad Nur Ichwan di Dusun/Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Sertu Ichwan gugur dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.(KOMPAS.com/Egadia Birru)
Rumah duka Sertu Muhammad Nur Ichwan di Dusun/Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Sertu Ichwan gugur dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.(KOMPAS.com/Egadia Birru) (Kompas.com)

 

Gugur Saat Jalankan Misi Evakuasi

Menurut keterangan yang diterima keluarga, Sertu Ichwan saat itu sedang dalam perjalanan untuk mengevakuasi prajurit TNI yang menjadi korban serangan militer Israel.

Namun di tengah perjalanan, terjadi insiden yang berujung fatal.

Baca juga: Korban Bertambah! Rektor Unisula Buka Suara soal Dugaan Pelecehan oleh Alumni dan Senior HMI

“Tapi, di perjalanan, ada kendala,” ucap Anjani di rumah duka di Dusun/Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Selasa (31/3/2026).

Ketua RT setempat, Safrodin, menjelaskan bahwa kendaraan yang ditumpangi korban terkena ranjau saat proses evakuasi berlangsung.

“Mas Ichwan kena ranjau,” ujarnya.

 

Sempat Terima Kabar Simpang Siur

Sebelum mendapat kepastian, pihak keluarga sempat menerima informasi yang tidak jelas terkait kondisi korban.

Kepastian gugurnya Sertu Ichwan baru diterima pada Selasa pagi.

Kabar duka tersebut meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, terutama bagi sang istri yang kini harus melanjutkan hidup bersama putri mereka yang masih berusia tujuh bulan.

Di mata keluarga, Sertu Ichwan dikenal sebagai sosok yang selalu menjaga komunikasi meski bertugas jauh di luar negeri.

Ia bahkan menggunakan nomor lokal Lebanon agar tetap terhubung dengan keluarga.

“Komunikasinya sangat lancar. Beliau sampai beli nomor asal Lebanon,” tuturnya.

Jenazah almarhum dijadwalkan tiba di rumah duka pada 2 April 2026 untuk kemudian dimakamkan di kampung halamannya.

 

Bertugas sebagai Tenaga Medis di Misi UNIFIL

Sertu Ichwan diketahui bertugas sebagai perawat dalam Satuan Tugas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL sejak April 2025.

Perannya sebagai tenaga medis menempatkannya di garis depan dalam misi kemanusiaan di wilayah konflik.

Markas Besar TNI mengungkap bahwa insiden terjadi pada Senin (30/3/2026) di wilayah Lebanon Selatan di tengah eskalasi konflik.

Dua prajurit yang gugur dalam kejadian tersebut adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.

Sementara dua prajurit lainnya mengalami luka, yakni Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto, yang kini menjalani perawatan di Rumah Sakit St. George Beirut, Lebanon.

Kapuspen TNI, Aulia Dwi Nasrullah, menjelaskan bahwa ledakan terjadi pada kendaraan yang ditumpangi prajurit saat bertugas.

“Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi, di mana terjadinya ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya Prajurit TNI atas nama Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan,” ujarnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.