Hasil Resmi SNBP 2026 Unair: Dari 29.947 Pendaftar, Hanya 2.506 Lolos
Cak Sur March 31, 2026 05:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Universitas Airlangga (Unair) di Surabaya, Jawa Timur (Jatim), resmi mengumumkan hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026, Selasa (31/3/2026) pukul 15.00 WIB. Jumlah peminat meningkat, membuat persaingan masuk semakin ketat.

Rektor Unair, Prof Dr Muhammad Madyan, menyebut jika total pendaftar mencapai 29.947 siswa. Dari jumlah itu, hanya 2.506 yang diterima dengan tingkat keketatan 8,11 persen.

“Alhamdulillah, total peminat yang mendaftar ke Universitas Airlangga melalui jalur SNBP mencapai 29.947. Ini angka yang cukup besar dan mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu,” ujarnya.

Kuota Terlampaui, Ribuan Siswa Lolos

Daya tampung SNBP Unair tahun ini sebanyak 2.430 kursi. Namun jumlah mahasiswa yang diterima mencapai 103,1 persen dari kuota.

  • 806 orang (32,2 persen) merupakan penerima KIP Kuliah
  • 1.890 orang (75,5 persen) adalah perempuan
  • Berasal dari 1.219 sekolah yang berhasil meloloskan siswa

Meski demikian, ada sekitar 5.500 sekolah yang belum berhasil meloloskan siswanya melalui jalur ini.

Mahasiswa dari Seluruh Indonesia hingga Luar Negeri

Mahasiswa yang diterima berasal dari seluruh provinsi di Indonesia, bahkan luar negeri.

“Mahasiswa yang diterima ini sudah merata, berasal dari seluruh provinsi di Indonesia, bahkan termasuk dari luar negeri. Totalnya mencakup 38 provinsi,” jelas Madyan.

Kepala Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Unair, Dr Achmad Solihin, menilai peningkatan peminat menunjukkan reputasi Unair yang semakin luas.

“Peminat tahun ini meningkat sekitar seribu lebih, dibandingkan tahun lalu. Ini menunjukkan bahwa Unair tidak hanya dikenal di Jawa Timur, tetapi juga di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Kuota Jalur Mandiri Berkurang

Unair menerima sekitar 23 persen mahasiswa dari jalur SNBP, lebih tinggi dari batas minimal 20 persen.

“Kami menerima 2.506 mahasiswa atau sekitar 23 persen dari total kuota penerimaan, melebihi batas minimal 20 persen. Konsekuensinya, kuota jalur mandiri akan sedikit berkurang,” jelas Solihin.

Ia menegaskan, proses seleksi dilakukan secara adil tanpa perlakuan khusus.

“Seleksi dilakukan secara fair, tidak ada perlakuan khusus. Semua berdasarkan kemampuan akademik,” tegas Solihin.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.