TRIBUNNEWS.COM - Hakan Calhanoglu membawa trauma kegagalan Inter Milan di Liga Champions 2025/2026 dalam misi membawa timnas Turki lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.
Kemiripan membayang di benak Hakan Calhanoglu. Sebab, kegagalan Inter Milan ke 16 Besar Liga Champions disebabkan oleh tim non-unggulan, Bodo/Glimt dari Norwegia.
Inter Milan takluk lewat agregat 2-5 atas Bodo/Glimt pada babak play-off 16 Besar UEFA Champions League.
Situasinya mirip dengan timnas Turki. Hakan Calhanoglu dkk. hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk lolos ke putaran final Piala Dunia 2026, yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, Juni mendatang.
Final play-off Piala Dunia 2026 mempertemukan timnas Turki melawan Kosovo di Pristina City Stadium, Selasa (1/4) pukul 01.45 WIB.
Jika menang, dengan skor berapapun, Turki yang diperkuat Hakan Calhanoglu (Inter Milan) dan Arda Guler (Real Madrid), akan tergabung di Grup D Piala Dunia 2026 bersama Amerika Serikat, Paraguay, dan Australia.
Sementara Kosovo yang diperkuat Mergim Vojvoda (Como), Edon Zhegrova (Juventus), dan Vedat Muriqi (Mallorca), tidak bisa dipandang sebelah mata.
Timnas Kosovo jelas dalam berada motivasi tinggi. Mereka akan tampil habis-habisan demi mengukir sejarah kali pertama tampil di Piala Dunia.
Hakan Calhanoglu pun merasa deja vu. Kosovo tak ubahnya Bodo/Glimt yang statusnya sama-sama tak diunggulkan dalam laga penentuan.
"Saya tidak meremahkan siapapun, sejak bahaya selalu mengintai, seperti Inter Milan, kami tersingkir oleh Bodo/Glimt," ujar Hakan Calhanoglu dalam wawancaranya sebelum pertandingan, dikutip dari laman Gazzetta.
"Saya tidak pernah meremehkan lawan mana pun. Kami tersingkir melawan Inter oleh Bodo Glimt. Kami hanya tinggal satu pertandingan lagi menuju Piala Dunia. Ini bukan tentang kualitas, tetapi tentang siapa yang menunjukkan lebih banyak semangat. Kami tahu itu dan kami siap," sambung trequartista yang pernah menjadi bagian dari AC Milan dan pujaan Milanisti.
Baca juga: Prediksi Skor Swedia vs Polandia: Misi Balas Dendam Gyokeres Cs, Berebut Tiket Piala Dunia 2026
Hakan Calhanoglu pun akan melawan nama-nama pemain familier dalam laga kontra Kosovo.
Tim tuan rumah diperkuat Mergim Vojvoda dan Edon Zhegrova, yang keduanya sama-sama bermain di Serie A. Sedikit banyak, Hakan Calhanoglu sudah pernah melawan keduanya di ajang liga.
"Mereka sangat kuat dan memiliki pemain-pemain hebat. Anda harus mengakui itu. Pelatih mereka juga bagus. Saya kenal Vedat Muriqi dan Vojvoda," tegasnya mantan pemain Bayer Leverkusen.
"Kosovo memiliki banyak pemain berbahaya. Mereka punya Fisnik Asllani. Vedat sangat bagus di depan gawang dan dalam situasi bola mati. Ada juga Zhegrova dari Juventus. Saya tidak akan menyebutkan semuanya satu per satu, itu tidak sopan. Mereka semua bagus dan berkualitas tinggi," sambung pemain berusia 32 tahun.
Timnas Turki memiliki dominasi kuat atas Kosovo. Dalam empat pertandingan terakhir, timnas Turki selalu menjadi pihak yang menang.
Statistik ini menunjukkan motivasi berlipat bagi tim berjuluk Bintang Bulan Sabit, guna memastikan tiket lolos ke putaran final Piala Dunia 2026.
"Piala Dunia adalah mimpi yang kami miliki sejak kecil. Pada tahun 2002, 'kakak-kakak' kami berhasil meraihnya, dan kami tumbuh dewasa dengan memimpikan momen itu. Sekarang giliran kami untuk turun ke lapangan, dengan hanya satu pertandingan tersisa. Prioritas kami adalah mewakili negara kami sebaik mungkin dan membuat rakyat kami bangga," tegas Hakan Calhanoglu.
Babak play-off untuk memperebutkan enam tiket tambahan menuju Piala Dunia 2026 akan berlangsung pada Maret hingga April tahun ini. Saat ini, sudah ada 12 tim yang memperebutkan 12 tiket tersisa.
1. Playoff UEFA (4 tiket)
-Final Jalur A: Bosnia-Herzegovina vs Italia
Final Jalur B: Swedia vs Polandia
-Final Jalur C: Kosovo vs Turki
-Final Jalur D: Republik Ceko vs Denmark
2. Play-off Antarkonfederasi (2 tiket)
Final:
-Kongo vs Jamaika
-Irak vs Bolivia
(Tribunnews.com/Giri)