Dapur MBG Paritpadang Sungailiat Ditutup Sementara Usai Siswa Muntah dan Pusing
Asmadi Pandapotan Siregar March 31, 2026 06:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Paritpadang di Jalan Imam Bonjol, Sungailiat, Kabupaten Bangka, dihentikan sementara menyusul dugaan insiden kesehatan yang dialami sejumlah siswa.

Pantauan di lokasi pada Senin (30/3), bangunan dapur tampak tertutup rapat tanpa aktivitas. Seluruh pintu dalam kondisi terkunci, sementara dua kendaraan operasional terparkir di halaman.

Area sekitar juga terlihat dipenuhi daun kering, menandakan tidak adanya kegiatan dalam beberapa waktu terakhir.

Koordinator Wilayah SPPG Bangka, Dinda Putri Irhamni, membenarkan penghentian operasional tersebut. Ia menyebut, dapur MBG Imam Bonjol telah berhenti beroperasi sejak 10 Maret 2026 sebagai langkah antisipasi sambil menunggu hasil uji laboratorium.

“SPPG Imam Bonjol saat ini diberhentikan sementara operasionalnya. Kami juga telah memberikan surat peringatan karena adanya informasi kejadian menonjol,” ujar Dinda.

Ia menegaskan, hingga kini penyebab pasti insiden tersebut belum dapat dipastikan. Sampel makanan yang diduga menjadi pemicu masih dalam tahap pemeriksaan.

“Masih dalam proses uji sampel. Jadi belum bisa disimpulkan apakah ini keracunan makanan atau faktor lain,” katanya.

Menu Burger

Peristiwa ini bermula dari distribusi MBG ke SMKN 1 Sungailiat pada 9 Maret 2026, bertepatan dengan bulan Ramadan. 

Saat itu, menu yang dibagikan berupa burger untuk lebih dari 1.000 siswa. 

Namun, pada tahap awal, baru sekitar 500 porsi yang didistribusikan. 

Siswa non-muslim yang tidak berpuasa langsung mengonsumsi makanan tersebut, sementara siswa muslim memilih menyimpannya untuk berbuka puasa.

“Yang tidak puasa langsung makan, sementara yang puasa dibawa pulang,” kata Kepala SMKN 1 Sungailiat, Nina Erlina. 

Tak lama setelah pembagian, seorang siswi kelas X tiba-tiba mengalami muntah. Pihak sekolah segera menghubungi orang tua siswa tersebut dan melakukan penelusuran terhadap makanan yang dikonsumsi.

“Setelah dicek, ada beberapa roti burger yang berjamur. Tapi yang dimakan siswi yang muntah justru tidak berjamur,” ujarnya.

Temuan tersebut memicu kekhawatiran di kalangan siswa. Mereka kemudian memeriksa makanan masing-masing dan menemukan sebagian roti dalam kondisi berjamur. 

Siswa yang belum sempat mengonsumsi diminta mengembalikan makanan tersebut.

Sekitar satu jam kemudian, tiga siswi lain mengeluhkan pusing dan mual. Mereka langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis dan diperbolehkan pulang pada hari yang sama.

“Yang mengalami keluhan tidak banyak karena sebagian besar siswa sedang berpuasa, jadi belum makan,” kata Nina. 

Tak lama berselang, satu siswi kelas XI juga mengalami pusing dan harus menjalani perawatan di rumah sakit. Namun, setelah pemeriksaan, diketahui bahwa siswa tersebut memiliki riwayat vertigo.

“Setelah dirawat dua hari, ternyata ada riwayat vertigo, bukan karena makanan,” ujarnya.

Nina menegaskan pihak sekolah tidak dapat memastikan apakah keluhan para siswa berkaitan langsung dengan konsumsi MBG.

“Roti berjamur memang ada, tapi tidak semua. Untuk yang sudah dimakan, kami tidak bisa memastikan kondisinya,” katanya.

Tunggu Uji Lab

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bangka, Vini Awilia, menyatakan pihaknya telah menerima laporan kejadian tersebut.

Namun, ia menegaskan kewenangan penghentian operasional berada di bawah Badan Gizi Nasional (BGN).

Sementara itu, Wahyuni, PIC Yayasan Dapur MBG Imam Bonjol menjelaskan, terhitung mulai tanggal 11 Maret 2026, SPPG Parit Padang dihentikan operasionalnya menyusul instruksi Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN.

“Penghentian ini untuk evaluasi menyeluruh terhadap kualitas makanan.

Kami menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan dan BPOM sebagai dasar langkah selanjutnya,” ujar Wahyuni melalui pesan WhatsApp, Senin (30/3).

Ia memastikan seluruh siswa yang sempat mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan medis dan kini dalam kondisi baik.

15 SPPG Masih Beroperasi

Dinda menambahkan, penghentian operasional hanya berlaku untuk satu SPPG di Sungailiat. Saat ini, sebanyak 15 SPPG lainnya di Kabupaten Bangka tetap beroperasi normal.

“Kami terus melakukan pengawasan, mulai dari kebersihan, proses pengolahan, hingga distribusi makanan,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi sebelum hasil uji laboratorium keluar.

“Kami minta masyarakat menunggu hasil resmi. Ini penting agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi,” ujarnya.

Hingga kini, hasil uji laboratorium masih dinantikan sebagai dasar evaluasi lanjutan, termasuk kemungkinan pembukaan kembali operasional dapur MBG Imam Bonjol. (u2/x1)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.