TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Suasana sedih terasa di ruang jenazah RSUD Muhammad Sani, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Senin (30/3/2026) malam.
Di sana terlihat sosok perempuan berbaju kuning tampak tak kuasa menahan kesedihan yang mendalam sembari duduk di kursi kamar Jenazah RSUD.
Air mata terus keluar membasahi pipi perempuan yang diketahui merupakan istri dari sosok pria berinisial J (44) yang ditemukan tewas tak wajar di dapur rumahnya, Senin (30/3/2026) malam.
Sebelum kejadian, J diketahui sempat makan malam keluarga bersama anak dan istrinya di rumah yang terletak di Sungai Pasir, Kecamatan Meral sekira pukul 19.55 WIB.
Istrinya yang pertama kali menemukan kondisi suaminya.
Di ruang jenazah RSUD Muhammad Sani Karimun, mulut istri J tertutup rapat seakan tidak bisa berbicara satu patah kata pun.
Tidak hanya itu, duka mendalam turut dirasakan kaum kerabat serta sudara dari korban.
Seorang laki laki yang merupakan saudara korban tampak tak kuasa menahan tangis sembari memegang kepala.
Dengan gestur menggeleng gelengkan kepala seakan tidak percaya dengan apa yang telah terjadi pada keluarganya sembari mengerang lirih.
“Kenapa lah bisa terjadi,” ucapnya lirih.
Suasana sedih makin terasa ketika Jenazah keluar dari ruang Jenazah setelah visum, dengan sudah terselubung kain panjang jenazah di masukkan kedalam mobil ambulans untuk dibawa kerumah duka.
Sang istri yang masih tampak lesu ikut masuk kedalam mobil ambulans beserta kerabat yang lain.
Berdasarkan informasi yang TribunBatam.id himpun, J (44) meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak.
Jenazah dimakamkan pada Selasa (31/3/2026) pagi.
Ia sebelumnya ditemukan mengakhiri hidup dengan cara tergantung di kediamannya di sungai Pasir Kecamatan Meral Kabupaten Karimun sekitar pukul 19.55 WIB oleh istrinya Senin (30/3/2026).
Kapolres Karimun, AKBP Yunita Stevani, S.I.K., M.Si melalui Kapolsek Meral, AKP Adi Chandra mengatakan, berdasarkan hasil visum menunjukan adanya tanda-tanda khas gantung diri dan tidak ditemukan tanda kekerasan lain pada tubuh korban.
“Kasus ini masih dalam penanganan dan kami juga terus menggali keterenagan dari para saksi,” tambah AKP Andi Chandra. (TribunBatam.id/Fairoz Zamani)