POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Sejak program Kredit Usaha Rakyat atau KUR diluncurkan pemerintah pada 2008 hingga Februari 2026, total akumulasi penyaluran KUR Bank Mandiri telah mencapai Rp310,59 triliun kepada 3,65 juta debitur di seluruh Indonesia.
Kredit berbunga rendah ini telah membantu jutaan pelaku usaha meningkatkan kapasitas bisnis dan memperluas pasar mereka.
Pada dua bulan awal 2026, Bank Mandiri menyalurkan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp7,35 triliun kepada 59.327 pelaku UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia.
Baca juga: Kondisi Penyaluran dan Rasio NPL KUR Terjaga di Tengah Tekanan Ekonomi
Adapun penyaluran KUR memberi akses permodalan yang lebih luas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian nasional, melalui kredit usaha rakyat (KUR).
Dari sisi kualitas kredit, portfolio KUR Bank Mandiri terjaga baik dengan tingkat non performing loan (NPL) di bawah 1 persen, mencerminkan keunggulan yang berkelanjutan dalam pengelolaan bisnis.
Direktur Consumer Banking Bank Mandiri Saptari mengatakan, realisasi tersebut setara 17,92?ri target KUR Bank Mandiri di 2026 sebesar Rp41 triliun.
Menurutnya, penyaluran ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah, perbankan, dan sektor usaha dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi berbasis rakyat sebagai bagian dari ekosistem penggerak ekonomi negeri.
Dia menilai, dukungan KUR ini bukan hanya tentang pembiayaan, tetapi juga tentang pemberdayaan.
"Melalui akses modal yang lebih luas, kami ingin membantu pelaku UMKM memperkuat kapasitas produksi, memperluas lapangan pekerjaan, dan meningkatkan daya saing. Inilah wujud Sinergi Majukan Negeri yang kami jalankan secara berkelanjutan,” jelas Saptari dalam keterangan resminya, Senin (30/3/2026).
Lanjutnya, penyaluran KUR hingga Februari 2026 ini didominasi oleh sektor produksi sebesar 61,83 persen atau senilai Rp4,54 triliun. Dari jumlah tersebut, sektor pertanian sebagai motor penggerak ketahanan pangan nasional mencapai Rp2,21 triliun, sektor jasa produksi senilai Rp1,65 triliun, sektor industri pengolahan senilai Rp568 miliar, dan sektor perikanan senilai Rp107 miliar.
Dalam mempercepat serta menjaga kualitas penyaluran KUR, Bank Mandiri juga mengimplementasikan pendekatan pembiayaan berbasis ekosistem dari nasabah turunan wholesale yang berorientasi pada penguatan sektor produksi unggulan di berbagai wilayah.
Melalui strategi closed-loop, sinergi antara nasabah wholesale, pelaku UMKM, dan mitra usaha dalam satu rantai nilai dioptimalkan untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan bisnis.
Selain itu, Bank Mandiri konsisten melayani kebutuhan transaksi harian dan pembayaran angsuran debitur KUR melalui Mandiri Agen (Agen Laku Pandai Mitra Bank Mandiri) yang tersebar di berbagai ekosistem bisnis pelaku UMKM.
Program ini turut dibarengi dengan edukasi layanan keuangan dan literasi digital agar pelaku usaha dapat mengelola keuangan secara inklusif dan modern.
Ke depan, bank berlogo pita emas ini siap mendukung upaya pemerintah dalam mengakselerasi penyaluran KUR pada tahun 2026. Komitmen tersebut dijalankan melalui penguatan strategi pembiayaan berbasis ekosistem, lewat sinergi antar Mandiri Group yang terintegrasi.
Dengan kolaborasi erat bersama pemerintah serta dukungan ekosistem digital yang semakin matang, perseroan memastikan bahwa KUR dapat tersalurkan secara tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (*)