Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kristoforus Bota
POS-KUPANG.COM, BETUN - Perkembangan terbaru dalam kasus kematian Wilhelmus Asa alias Saul (19) kembali menambah perhatian publik.
Sepeda motor yang digunakan korban sebelum dinyatakan hilang dan ditemukan meninggal dunia, kini resmi dilaporkan hilang ke pihak kepolisian.
Pemilik kendaraan, Engelbertus Dominggus Bouk, secara resmi membuat laporan kehilangan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Malaka pada Senin (30/3/2026).
Saat ditemui POS-KUPANG.COM, Ia tampak keluar dari ruang SPKT usai menyelesaikan proses pelaporan, didampingi salah satu kerabat keluarga.
Baca juga: Kematian Wilhemus Asa di Kali Wederok Malaka Penuh Kejanggalan, Keluarga Minta Polisi Usut Tuntas
“Kami baru selesai membuat laporan polisi terkait motor saya yang digunakan ponaan saya saat itu untuk mengantar rekannya ke Betun sebelum akhirnya dia ditemukan meninggal dunia di Kali Wederok. Motor saya hingga sekarang ini juga belum ditemukan,” ungkap Engelbertus.
Laporan tersebut tercatat dalam Surat Keterangan Tanda Lapor Kehilangan (SKTLK) dengan nomor SKTLK/428/III/2026/SPKT/POLRES MALAKA/POLDA NUSA TENGGARA TIMUR.
Dalam dokumen itu dijelaskan bahwa satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter Z1 warna hitam dengan nomor polisi DH 3389 JG, nomor rangka MH3EU11205J470876, dan nomor mesin 3ER5E-0483396 dilaporkan hilang.
Kendaraan tersebut diketahui digunakan oleh korban pada Minggu (22/3/2026), saat Saul berangkat mengantar rekannya menuju Betun.
Namun sejak saat itu, baik korban maupun kendaraan tersebut tidak diketahui keberadaannya hingga akhirnya korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (25/3/2026) di Kali Wederok.
Laporan kehilangan itu diterima langsung oleh petugas SPKT Polres Malaka, AIPTU Suhendra, yang mewakili Kepala SPKT.
Pihak kepolisian pun telah mencatat laporan tersebut sebagai bagian dari proses penyelidikan yang sedang berjalan.
Sebelumnya, menurut Engelbertus, hilangnya sepeda motor itu dinilai memiliki kaitan erat dengan kematian korban yang hingga kini masih menyisakan berbagai kejanggalan.
Selain kendaraan, barang pribadi lain seperti handphone milik korban juga belum ditemukan, sehingga semakin memperkuat dugaan adanya rangkaian peristiwa yang belum terungkap sepenuhnya.
Sejumlah pihak menilai, keberadaan motor dan barang milik korban dapat menjadi petunjuk penting dalam mengungkap kronologi kejadian secara utuh, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tersebut.
Sementara itu, pihak Kepolisian Resor Malaka sebelumnya telah menegaskan bahwa penyelidikan kasus ini terus berjalan secara profesional dan transparan.
Berbagai informasi yang berkembang di masyarakat, termasuk barang bukti yang belum ditemukan, menjadi fokus dalam proses pendalaman oleh tim penyidik.
Kasus kematian Saul yang ditemukan di Kali Wederok kini tidak hanya menjadi duka bagi keluarga, tetapi juga menjadi perhatian luas masyarakat.
Publik pun terus mengawal perkembangan kasus ini dengan harapan agar fakta sebenarnya segera terungkap dan memberikan keadilan bagi korban serta keluarganya. (ito)